Faisal Basri Sebut Presiden Jokowi Tak Konsisten Soal Pemberantasan Korupsi

321
Faisal Basri

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar aparat penegak hukum, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak berpuas diri. Sebab menurutnya, penilaian masyarakat terhdap pemberantasan korupsi masih belum cukup baik.

Terlebih, Jokowi mengungkapkan bahwa masyarakat menempatkan urgensi pemberantasan korupsi berada di peringkat kedua, mengalahkan masalah lapangan kerja yang berada di peringkat pertama menurut survei.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri Hari Antikorupsi Sedunia di Gedung Merah Putih KPK hari ini, Kamis, 9 Desember 2021.

Jokowi menegaskan, korupsi merupakan kejahatan luar biasa sehingga harus diselesaikan secara luar biasa.

Menanggapi pernyataan Jokowi, Ekonom Faisal Basri pun ikut angkat bicara.

Melalui akun media sosial pribadinya, Faisal Basri menilai bahwa Jokowi tak konsisten.

Pasalnya menurut Faisal Basri, tindakan dan ucapan mantan Wali Kota Solo itu bertolak belakang terkait masalah pemberantasan korupsi di Tanah Air.

“Yang diucapkan bertolak belakang dengan yang dilakukan,” kata Faisal Basri, dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Twitter @FaisalBasri.

Cuitan Faisal Basri pun mendapat beragam komentar dari netizen. Ada yang menyatakan sepakat hingga menyamakan dirinya dengan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli.

“Itu tugasnya, harus bertolak tolak, agar oligarki melenggang mulus bak di jalur Mandalika,” ujar akun @Rfsurbakti.

“Kami sudah tahu sejak 2014 pak…

mulutnya asal mangap,” cuit akun @JeckDumai.

“Ruwet model orang kayak pak faisal ini, 11-12 sama seperti rizal ramli,” komentar akun @antonmilanisti.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 49 = 58