Fadli Zon Tak Ingin Indonesia Terancam Bubar Seperti Uni Soviet: Harus Jadi Pelajaran, Jangan Merasa Sok Kuasa

427

Politisi Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan bahwa dirinya tak ingin Indonesia terancam bubar seperti Uni Soviet di masa lalu.

Fadli Zon mengatakan bahwa Uni Soviet yang sempat menjadi salah satu negara adidaya di masa Perang Dingin akhirnya bubar karena kekacauan ekonomi, lemahnya peran pemimpin, dan bangkitnya etnonasionalisme.

Uni Soviet bubar krn stagnasi n kacaunya ekonomi, pemimpin lemah, n bangkitnya etnonasionalisme. Negara adidaya saja bisa bubar dlm sekejap,” kicau Fadli Zon sebagaimana dikutip Kabar Besuki dari akun Twitter @fadlizon pada Sabtu, 30 Oktober 2021.

Fadli Zon mengatakan, Indonesia harus mengambil pelajaran dari Uni Soviet yang telah bubar jika ingin negeri ini masih ada dan berdaulat.

Fadli Zon juga mengingatkan kepada pihak-pihak di dalam kekuasaan untuk tidak merasa sok berkuasa atau merasa negeri ini hanya milik nenek moyang dari keluarga tertentu saja.

“Memang harus jadi pelajaran jika kita masih ingin ada RI. Jangan merasa sok kuasa atau merasa negeri ini punya nenek moyangnya sendiri,” ujarnya.

Kicauan tersebut merupakan tanggapan Fadli Zon atas pernyataan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang dimuat dalam laman resmi Muhammadiyah.

Pada laman resmi Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan bahwa Indonesia merupakan milik bersama yang dibangun, diperjuangkan, dan dimajukan bersama-sama.

Indonesia adalah milik bersama yang kita bangun, kita perjuangkan dan kita majukan bersama,” kata Haedar Nashir.

Haedar Nashir juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa semangat kebersamaan merupakan kunci utama kemajuan Indonesia.

“Dan Insya Allah dalam spirit kebersamaan itu kita akan menjadi maju,” ujar dia.

Senada dengan Fadli Zon, Haedar Nashir juga tak ingin Indonesia bernasib sama dengan Uni Soviet yang sempat berjaya di era Perang Dingin, akan tetapi pada akhirnya justru bubar karena merasa bisa membangun negara sendirian.

Dia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah tak pernah merasa menjadi satu-satunya pihak yang membangun Indonesia.

“Tentu kita tidak ingin Indonesia mengalami hal yang sama karena di antara tubuh bangsa kita ada yang merasa bisa membangun bangsa kita ini sendirian. Insya Allah Muhammadiyah tidak pernah menjadi komponen yang merasa bisa membangun bangsa ini sendirian,” ucapnya.

Haedar Nashir juga menegaskan bahwa Muhammadiyah selalu berkolaborasi dengan komponen bangsa lainnya untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

“Muhammadiyah selalu bersama komponen bangsa yang lain, Muhammadiyah selalu bersama pemerintah dan negara tercinta ini untuk Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa dalam spirit Islam baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur,” tuturnya.***

Sumber berita / Artikel Asli: Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here