Erick Thohir Minta Toilet di Seluruh SPBU Gratis, Said Didu: Masalahnya Sebagian Besar Milik Pribadi

267

Mantan sekretaris BUMN Said Didu, menyebut permintaan Erick Thohir menggratiskan toilet di seluruh SPBU merupakan usul yang sangat bagus.

Namun, Said Didu melihat usulan tersebut harus dilihat lagi. Sebab, sebagian besar SPBU yang berada di bawah tanggung jawab Pertamina itu milik pribadi.

“Masalahnya adalah sebagian besar SPBU berlogo Pertamina yg menjual BBM produk pertamina bukan milik pertamina tapi milik pribadi,” kata Said Didu dalam Twitter-nya, Selasa 23 November 2021.

Diberitakan sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir memerintahkan dan meminta direksi Pertamina untuk menggratiskan seluruh toilet yang ada di SPBU.

Perintah ini dikeluarkan Erick Thohir setelah ia melihat fasilitas toilet di SPBU Kecamatan Malasan, Probolinggo, dikenakan tariff mulai dari Rp2.000 hingga Rp4.000.

Erick Thohir menyebut, seharusnya fasilitas umum berupa toilet yang ada di SPBU yang bekerjasama dengan Pertamina gratis alias tidak dipungut biaya.

“Kepada direksi Pertamina saya mengharapkan fasilitas umum seperti ini (toilet) harusnya gratis,” kata Erick Thohir dalam video singkat yang diunggah pada akun Instagram miliknya.

Menurut Erick Thohir pengelola SPBU seharusnya tidak mengenakan tarif toilet, karena mereka sudah mendapat untung dari penjualan bahan bakar.

Selain dari penjualan bahan bakar, keuntungan pengelola SPBU juga diperoleh dari penyewaan lahan untuk usaha kecil lainnya, seperti toko klontong, sehingga seharusnya masyarkat dapat fasilitas tambahan.

Erick juga menyebut peraturan ini semestinya berlaku pada seluruh SPBU Pertamina, termasuk yang dikelola swasta.

“Saya minta direksi pertamina harus perbaiki dan saya mina nanti seluruh kerjasama dengan pom-pom bensin swasta yang di bawah Pertamina nanti toiletnya gak boleh bayar, harus gratis,” tegas Erick Thohir.

Dalam video tersebut, salah seorang penjaga toilet di SPBU Malasan beralasan jika tarif toilet ini untuk perawatan fasilitas yang ada itu.

Penjaga toilet itu menyebut, tarif toilet dikenakan sebesar R2.000 untuk buang air kecil, dan Rp4.000 untuk air besar dan mandi.

Dari penjelasannya, toilet tersebut dikontrakan kepada seseorang oleh pengelola SPBU.

Namun, ia tidak mengetahui saat ditanya Erik Thohir kenapa toilet yang dijaganya harus bayar.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

45 + = 53