Erick Thohir Lempar Bola Panas ‘PCR Gate’ ke Presiden Jokowi, Rocky Gerung: Pemerintah Tidak Punya Kepekaan

545
Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir melempar bola panas kasus ‘PCR Gate‘ kepada Presiden Jokowi.

Erick Thohir yang melempar bola panas ‘PCR Gate‘ kepada Presiden Jokowi mengundang reaksi dari pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung.

Rocky Gerung menilai pemerintah tak punya kepekaan di balik aksi lempar bola panas ‘PCR Gate‘ Erick Thohir kepada Presiden Jokowi.

“Kita sebut (PCR) Gate karena diputuskan di kabinet rupanya. Jadi pemerintah tidak punya kepekaan terhadap daya beli rakyat dan memutuskan sesukanya tuh,” kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip Kabar Besuki dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Jumat, 19 November 2021.

Rocky Gerung tak ingin mempersoalkan mengenai keputusan terkait tes PCR yang diputuskan dalam kabinet.

Akan tetapi, dia mempersoalkan mengenai Erick Thohir yang baru berbicara akhir-akhir ini mengenai harga PCR yang menjadi polemik di masyarakat.

“Tapi masalahnya adalah kenapa Erick Thohir baru bicara sekarang tuh? Kenapa nggak dari awal diberitahu semenjak harga itu naik. Tapi tetap kalaupun diputuskan di dalam kabinet, problemnya adalah kenapa nggak dikasih ke BUMN?,” ujarnya.

Rocky Gerung mempertanyakan sikap mantan Presiden Direktur ANTV itu yang tak mempercayakan distribusi PCR kepada Kimia Farma, sehingga publik mempertanyakan hal tersebut.

Padahal kata dia, Kimia Farma telah memiliki pengalaman di bidang bisnis farmasi sejak ratusan tahun yang lalu.

“Kimia Farma itu udah 200 tahun dia tahu jaringan dan dia tahu kebutuhan, dia paham seluk beluk bisnis. Tapi kenapa tidak pada Kimia Farma? Kan itu pertanyaan publik. Jadi masalahnya bukan karena diputuskan di kabinet,” katanya.

Rocky Gerung menilai, seharusnya Erick Thohir memberitahu dengan transparan sejak awal bahwa kenaikan harga PCR disebabkan oleh berbagai alasan tertentu.

Dia juga mempertanyakan alasan dibentuknya perusahaan baru sebagai distributor tunggal PCR di Indonesia.

“Mestinya kan diberitahu bahwa harga tinggi karena abcd dan mesti ada keterangan alternatif kenapa tidak pada Kimia Farma. Kenapa mesti dibentuk perusahaan baru di dalam era pandemi, padahal sebetulnya fasilitas perusahaan ahli kimia itu udah ada kan?,” ujar dia.

Rocky Gerung menyarankan kepada Erick Thohir agar tak berkelit di balik dugaan keterlibatannya dalam bisnis PCR di tanah air.

Sebab menurutnya, publik sudah mengendus adanya dugaan tersebut bersama Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

“Janganlah Erick Thohir cari-cari celah untuk memperlihatkan bahwa ada batu di balik udang, batunya udah kelihatan,” tuturnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 12 = 15