Era Jokowi Demonstran Ditangkapi, Priyo Sambadha Kenang Saat Gus Dur Sangat Menghargai Aspirasi Masyarakat

205
Priyo Sambadha

Ketua DPP Barikade Gus Dur, Priyo Sambadha menyoroti para demonstran yang sering ditangkap di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Yang terbaru, Priyo Sambadha menyoroti penangkapan sejumlah demonstran yang melakukan aksi demo dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dilakukan Senin 3 Mei 2021.

Seperti diketahui sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi demo di depan kantor Kemendikbud dalam rangka Hardiknas, diamankan oleh pihak kepolisian.

Menanggapi maraknya penangkapan demonstran yang terjadi di era kepemimpinan Presiden Jokowi, Priyo Sambadha lantas membandingkannya dengan era Gus Dur.

Hal itu disampaikan Priyo Sambadha melalui akun Twitter pribadinya, Selasa 4 Mei 2021.

Menurut Priyo Sambadha, selama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Gus Dur tidak pernah terusik dengan demo-demo yang terjadi.

Baik itu demo tulus atau yang bersifat bohir, dikatakan Priyo Sambadha, Gus Dur tak pernah sekalipun merasa terusik dengan kehadiran para demonstran.

Karena menurutnya Gus Dur sangat menghargai aspirasi masyarakat dan hal itu merupakan bagian dari konsekuensi negara demokrasi.

“Presiden #GusDur tak pernah ‘terusik’ dg demo2 yg terjadi. Baik itu demo tulus maupun demo dg bohir. Baginya, semua itu bagian dr konsekuensi demokrasi. Beliau sangat menghargai aspirasi masyarakat,” ujarnya, dikutip Galamedia, Selasa 4 Mei 2021.

Selain itu, Priyo Sambadha menceritakan kenangannya yang pada saat itu masih menjabat sebagai ajudan Presiden Gus Dur.

Priyo Sambadha mengatakan bahwa setahu dirinya, Gus Dur lah presiden pertama dalam sejarah RI yang berkenan menerima perwakilan para demonstran.

“Setahu saya, pertama kali dlm sejarah Presiden RI berkenan menerima perwakilan demonstran di istana itu Gus Dur,” katanya.

Lebih lanjut, ia pun menceritakan ketika saat itu Gus Dur meminta para ajudannya untuk membawa perwakilan demonstran ke dalam Istana Presiden.

Menurutnya saat itu dirinya dan para ajudan yang lainnya kalang kabut ketika melaksanakan perintah presiden untuk membawa perwakilan demonstran berdialog langsung dengan orang nomor satu di Indonesia saat itu.

“Kita perangkat presiden kalang kabut melaksanakan perintah presiden untuk membawa masuk perwakilan demonstran untuk dialog dg Presiden langsung,” lanjutnya.

Tak hanya itu, seperti ingin mengingat kembali demokrasi yang benar-benar terjadi di era Presiden Gus Dur, Priyo Sambadha juga mengingatkan lagi kepada masyarakat kondisi di masa itu.

Priyo Sambadha mengatakan bahwa di era pemerintahan Presiden Gus Dur itu merupakan masa euforia dimana bangsa Indonesia terbebas dari belenggu Orde Baru selama 32 tahun.

Ia pun mengatakan bahwa saat itu isu apapun bisa dijadikan demo untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Gus Dur.

“Dan ingat, di masa Presiden Gus Dur itu adalah masa euforia bangsa setelah kita akhirnya berhasil bebas dari belenggu Orde Baru selama 32 tahun. Jadi issu apapun bisa dijadikan bahan demo. Pokoknya meriah,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Gus Dur harus rela meninggalkan jabatannya sebagai Presiden RI, usai dilengserkan oleh para barisan sakit hatinya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...