Enam Juta Data Pasien Covid di Server Kemenkes Bocor, PKS: Pemerintah Gagal Jaga Data Masyarakat

544

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukamta menilai pemerintah kembali gagal menjaga data pribadi masyarkat. Hal ini menanggapi kabar dugaan enam juta data pasien dari server Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bocor ke publik dan diperjualbelikan di forum gelap.

Sukamta mengatakan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) seperti tidak pernah belajar dari banyaknya kasus kebocoran data pribadi masyarakat di sejumlah lembaga dan kementerian lainnya.

“Kominfo sebagai leading sector digital bertanggung jawab mengatur manajemen perlindungan data lebih ketat berbagai kementerian dan lembaga, salah satunya Kementerian Kesehatan,” kata Sukamta kepada wartawan, Jumat (7/1/2022).

“Namun faktanya sekarang data Kemenkes RI kembali bobol. Artinya Kominfo gagal menjaga data masyarakat dan tidak bisa memimpin kementerian dan lembaga dalam melindungi data masyarakat,” tegasnya.

Sukamta mengungkapkan, berdasarkan perhitungan lembaga riset Ponemon-IMB, besarnya kerugian kebocoran 297 juta penduduk Indonesia dari data BPJS saja sudah mencapai lebih dari Rp600 triliun. Berkaca dari data tersebut, dia meyakini kebocoran data di kementerian maupun lembaga lainnya tentu akan membawa kerugian yang lebih besar lagi.

Oleh karenanya, dengan adanya kabar kebocoran data pasien dari server Kemenkes, Sukamta meminta Kemkominfo untuk benar-benar menjaga keamanan aplikasi PeduliLindungi yang selama masa pandemi Covid-19 menjadi salah satu syarat bagi masyrakat dalam melakukan berbagai aktivitas.

“Permasalahan data ini krusial,” tegas Sukamta.

“Tren kebocoran data selama pandemi Covid-19 ini menyasar data-data kesehatan yang berharga. Maka kami ingatkan kembali, jaga dengan serius data-data di aplikasi PeduliLindungi, jangan lengah dan jumawa,” imbuhnya.

Beredar kabar jutaan data pribadi pasien yang tersimpan di server milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bocor dan diperjualbelikan di Raid Forum. Data-data tersebut merupakan hasil rekam medis pasien dari sejumlah rumah sakit besar di Indonesia.

Sumber Berita / Artikel Asli : ERA

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here