Emoji Tangis Susi Pudjiastuti Pecah saat Tanggapi Dikeluarkannya Angka Kematian dari Indikator Covid-19

530
Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti /Instagram/@susipudjiastuti115

Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan kabar pemerintah yang akan mengeluarkan angka kematian dari indikator penanganan Covid-19 di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinasi bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI Luhut Binsar Pandjaitan saat konferensi pers virtual PPKM diperpanjang pada Senin, 9 Agustus 2021.

Menanggapi hal tersebut, emoji tangis eks Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti pecah di Twitter.

Tangkapan layar emoji tangis yang diposting Susi Pudjiastuti
Tangkapan layar emoji tangis yang diposting Susi Pudjiastuti

Diketahui, Susi Pudjiastuti memberi tanggapan berupa jajaran emoji tangis untuk dua berita, yang pertama yaitu angka Covid-19 Indonesia menjadi yang tertinggi di Dunia dan yang kedua adalah kabar soal dikeluarkannya angka kematian dari indeks penanganan Corona.

Cuitan emoji tangis itu seketika mengundang banyak komentar dari warganet.

Rata-rata dari mereka turut prihatin dengan apa yang eks Menteri Perikana dan Kelautan itu tanggapi.

“Makin paham ya bu, kerjanya atasan ibu yang dulu,” ujar netizen akun @GoldenV03036511 dikutip Isu Bogor pada 11 Agustus 2021.

“Lalu akankan persoalan selesai tanpa problem solving…?” tambah akun @alamanda_maroon.

“Tingkat kematian tinggi salah satu indikasi bnyk diluar terinfeksi Coronavirus yang blm ditest, ada yang bertahan krn imune sendiri dan ada yg tdk bertahan dan langsung parah. Perlu test n tracing dilipat gandakan,” lanjut akun @diditugunung.

“Dihapus aja biar nggak ketauan berapa, mungkin gitu kata seseorang yang berbisik,” sambung akun @setopratamacom.

Miris..” imbuh amun @adulsiliwangi19.

Seperti diketahui, Luhut menyampaikan bahwa alasan dihilangkannya angka kematian dari indeks penanganan Covid-19 tersebut yakni karena masalah input data yang mengakibatkan akumulasi dari kasus kematian di beberapa pekan sebelumnya.

Namun, sejumlah netizen dan tokoh publik di media sosial banyak yang mengkritik dan menyayangkan pernyataan Luhut tersebut.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here