Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo Blak-blakan Soal Hilangnya Diorama G30SPKI: Jangan Buat Masalah

283
“Jadi tentang diorama itu (hilang) mengusik rasa kebangsaan saya sebagai purnawirawan TNI,” ungkap Gatot Nurmantyo di channel Youtube Karni Ilyas Club, Rabu 29 September 2021.

Gatot Nurmantyo menambahkan, bahwa dirinya adalah pengagum Presiden RI pertama Soekarno atau biasa disebut Bung Karno.

“Enam tahun kemerdekaan Republik Indonesia pada proklamasi kemerdekaan tahun 1951, Bung Karno mengatakan bahwa sejarah adalah hukum yang menguasai kehidupan manusia,” kata Gatot Nurmantyo.

Selanjutnya, kata Gatot Nurmantyo, Bung Karno mengatakan di hari ulang tahun proklamasi tentang jas merah (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah).

“Betapa pentingnya sejarah itu, kemudian Bung Karno adalah terkenal dengan proklamator, pak Harto adalah yang menyelamatkan proklamasi tersebut dari rongrongan PKI,” ungkap Gatot Nurmantyo.

Sebab PKI sejak awal, lanjut Gatot Nurmantyo dalam rapat BPUPKI maupun PPKI tidak ada dan menentang Soekarno-Hatta, karena dianggap kawan Belanda.

“Itu PKI, nah dalam diorama itu menggambarkan bagaimana sosok Jenderal Nasution, kemudian Jenderal Soeharto dan Kolonel Sarwo Edhie Wibowo sebagai komanda RPKAD.

“Tiga orang itulah dalam kondisi kritis pasukan kita tahu banyak yang ke perbatasan yang ganyang Malaysia dalam keadaan tidak terduga terjadi (G30SPKI) itu,” papar Gatot Nurmantyo.

Seperti diketahui, menjelang peringatan Gerakan 30 September pemberontakan PKI, publik dibuat heboh dengan pernyataan Gatot Nurmantyo yang blak-blakan mengungkap diorama di Markas Kostrad mendadak hilang.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here