Eks Koruptor Jadi Komisaris, PKS Minta Diselidiki: Bisa Jadi Klientelisme

352
Emir Moeis, mantan koruptor yang diangkat jadi komisaris BUMN. /

Politisi PKS, Mardani Ali Sera menanggapi penunjukan eks koruptor Izedrik Emir Moeis sebagai komisaris PT Pupuk Iskandar Muda (anak usaha PT Pupuk Indonesia).

Menurut Ketua DPP PKS ini, penunjukan eks koruptor menjadi komisaris BUMN tersebut menunjukkan bukti ketidakberpihakan pada pemberantasan korupsi.

“Ini tidak menunjukkan pemihakan pada aksi pemberantasan korupsi. Padahal ini jadi masalah besar bagi Indonesia,” ujar Mardani Ali Sera, Jumat 6 Agustus 2021.

Ia pun lantas meminta penyelidikan terkait dasar penunjukkan Izedrik Emir sebagai komisaris di anak perusahaan PT Pupuk Indonesia itu.

Hal itu, menurut Mardani, lantaran dirinya menduga ada praktik klientelisme alias praktik patron-klien pada keputusan penunjukan tersebut.

“Bisa jadi klientelisme. Karena bagian dari kelompok (tertentu). (Penyelidikan) Ini bisa jadi pintu masuk untuk membenahi pola penunjukkan komisaris-komisaris BUMN khususnya. Bisa jadi ini bagian dari beban yang membuat BUMN tidak bisa bergerak maju,” ungkapnya.

Mardani juga menilai, ke depan seluruh pihak harus mengawasi dengan seksama penunjukkan direksi dan komisaris BUMN. Hal itu menurutnya penting agar terpilih mereka-mereka yang berintegritas dan profesional.

Mengutip Hops.id, eks koruptor Emir Moeis baru saja ditunjuk jadi komisaris anak usaha PT Pupuk Indonesia, PT Pupuk Iskandar Muda berdasarkan informasi di laman resmi Pupuk Iskandar Muda.

Berdasarkan data yang termaktub dalam laman resmi tersebut, eks koruptor kasus suap lelang proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tarahan, Lampung itu akan menjabat komisaris anak perusahaan BUMN tersebut terhitung sejak 18 Februari 2021.

Emir Moeis diketahui merupakan politikus PDIP dan pernah menjadi anggota DPR periode 2009-2014.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here