Ekonomi Indonesia Tumbuh 7,07 Persen, INDEF: Tidak Perlu Dibanggakan, China, AS, dan Singapura Lebih Tinggi

386

Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja melaporkan realisasi pertumbuhan ekonomi di semester II tahun 2021 sebesar 7,07 persen year on year (yoy).

Angka ini tentu lebih tinggi dari semester I tahun ini yang minus 0,74 persen yoy, bahkan secara tahunan pada kuartal II-2021 ekonomi kontraksi hingga minus 5,34 persen yoy.

Terkait hal ini, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad lantas menanggapinya.

Meski ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 7,07 persen pada kuartal II tahun 2021 secara yoy, angka ini tidak lebih tinggi dibanding negara-negara mitra dagang.

Hal ini Tauhid sampaikan dalam diskusi virtual bertajuk “Waspada Gelombang Dua Pemulihan Ekonomi Triwulan II-2021” pada Jumat, 6 Agustus 2021.

“Yang menarik dari pertumbuhan ekonomi yang diumumkan BPS kemarin adalah kita cukup tinggi 7,07 persen. Tapi kalau dibandingkan dengan negara-negara lain yang menjadi mitra dagang, kita masih jauh lebih rendah ya,” katanya.

Dia menjelaskan, satu hal yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi menjadi tinggi yang bukan hanya dialami Indonesia tapi juga negara lain adalah karena, faktor dari basis pertumbuhan ekonomi yang rendah alias terkontraksi dalam low base effect pada kuartal II tahun 2020 lalu.

Sebagai contoh, Tauhid menyebut pertumbuhan ekonomi di China hingga Singapura yang masih di atas Indonesia.

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here