Ekonomi Indonesia Tumbuh 7.07 Persen, Kwik Kian Gie: Saya Apresiasi, Namun Masyarakat Harus Sabar

427
Kwik Kian Gie

Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja melaporkan realisasi pertumbuhan ekonomi di semester II-2021 sebesar 7,07 persen year on year (yoy).

Angka ini tentu lebih tinggi dari semester I tahun ini yang minus 0,74 persen yoy, bahkan secara tahunan pada kuartal II-2021 ekonomi kontraksi hingga minus 5,34 persen yoy.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan, capaian ini menunjukkan arah pemulihan ekonomi sudah benar.

Dia menjelaskan, tepatnya strategi pemulihan tak lepas dari kebijakan yang diambil selama pandemi Covid-19 serta besarnya peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen countercyclical.

“Jadi cerita kuartal II menggambarkan arah pemulihan ekonomi sudah benar dan strategi pemulihan ekonomi juga sudah benar dan sudah menghasilkan dampak atau hasilnya,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis, 8 Agustus 2021.

 

Bendahara Negara ini mengungkap, pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021 juga tak lepas dari pulihnya semua mesin pertumbuhan pembentuk PDB.

Menurut laporannya, investasi tumbuh 7,5 persen, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,9 persen. Berikutnya, ekspor meningkat hingga 31,8 persen dan impor tumbuh 31,2 persen.

Selanjutnya, dari sisi produksi, sektor manufaktur yang berkontribusi hampir 20 persen pada PDB sudah tumbuh 6,6 persen.

Sektor lainnya yang turut andil besar terhadap PDB seperti sektor perdagangan tumbuh 9,4 persen serta sektor konstruksi dengan share 10,8 persen sudah tumbuh 4,4 persen.

Lalu, sektor transportasi dan akomodasi tumbuh 25,1 persen karena faktor base effect yang rendah pada kuartal II-2020.

Demikian pula sektor akomodasi, makanan dan minuman yang tumbuh 21,6 persen yoy dari minus 22 persen.

“Artinya pertumbuhan ekonomi dari sisi permintaan sekarang semua mesin pertumbuhan sudah mulai berkontribusi dan aktif mendukung pertumbuhan,” paparnya.

Menurutnya pertumbuhan ini menggambarkan bahwa seluruh sektor mulai berfungsi.

“Ini menggambarkan bahwa seluruh sektor sudah mulai menggeliat dan berfungsi. Dan sebagian adalah karena policy-policy dari pemerintah yang terus mengintervensi baik demand dan supply,” imbuhnya.

Menanggapi pertumbuhan ini, ahli ekonomi serta politikus Tanah Air, Kwik Kian Gie lantas mengapresiasinya.

“Saya sangat apresiasi pertumbuhan pdb sebesar 7.07% pada tr II 2021,” katanya melalui akun Twitter pribadi @kiangiekwin Sabtu, 7 Agustus 2021 malam.

Memang Indonesia belum melampaui krisisi, sehingga belum terlalu terasa efeknya, namun ini merupakan titik balik.

“Memang menjadi Rp 14.708 tr yg belum melampai sebelum krisis yg Rp 15.434 tr. Jadi blm terasa. Tapi kan baru saja titik baliknya,” paparnya.

Sehingga dia meminta masyarakat untuk bersabar hingga triwulan selanjutnya.

“Masyarakat sabar sampai beberapa triw selanjutnya. Itu maksud saya,” pungkasnya. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here