Dulu Sikat Baliho HRS, Kini Dudung Abdurachman Jadi Kandidat Jenderal Bintang 4 versi Politisi PDIP

578
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan Rizieq Shihab

 Masih ingat dengan Letjen Dudung Abdurachman?

Perwira tinggi TNI AD diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat calon Kepala Staf TNI Angkatan Darat atau KSAD menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa.

Artinya, Dudung Abdurachman akan promosi menjadi jenderal bintang empat jika skenario ini terjadi.

Saat ini, Letjen Dudung Abdurachman menempati posisi strategis sebagai Pangkostrad.

Wacana Letjen Dudung Abdurachman mengemuka seiring bergulirnya wacana pergantian Panglima TNI.

Panglima TNI saat ini Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memasuki masa purnatugas dalam waktu dekat.

KSAD Jenderal Andika masuk bursa Panglima TNI.

Letjen Dudung digadang-gadang akan meneruskan kepemimpinan Jenderal TNI Andika Perkasa.

Hal itu seiring dengan santernya kabar Jenderal Andika menjadi calon Panglima TNI, menggantikan Marsekal Hadi Tjahtjanto yang pensiun November 2021 nanti.

Disebut-sebut, Letjen Dudung menjadi kandidat kuat KASAD jika Jenderal Andika terpilih menjadi Panglima TNI.

Demikian dikatakan oleh Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon yang meyakini, Panglima TNI akan jatuh ke matra Angkatan Darat (AD).

“Insya Allah dalam waktu dekat, Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI,” kata politisi PDIP ini kepada wartawan, Jumat (3/9/2021).

“Jenderal Dudung Abdurachman menjadi KSAD,” kata Legislator PDIP itu.

Di sisi lain, nama Dudung Abdurachman bukanlah nama asing sebagai prajurit TNI yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Sebelum menjabat Pangkostrad, Dudung mengemban tugas sebagai Pangdam Jaya.

Ia pernah menjadi sorotan kala bersikap tegas memerintahkan pencopotan baliho Rizieq Shihab pada akhir 2020.

Adapun inilah profil lengkap Dudung Abdurrachman hingga harta kekayaannya.

Profil Dudung Abdurachman

Dudung Abdurachman adalah pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 16 November 1965.

Diberitakan Tribunnews.com, Dudung Abdurachman lulus dari Akademi Militer pada 1988 dari kecabangan infanteri.

Ia kemudian menjabat sebagai Wagub Akademi Militer pada tahun 2015 hingga 2016.

Keluar dari lingkup Akademi Militer, Dudung Abdurachman juga pernah menjabat sebagai staf khusus KSAD dan Waaster KASAD.

Hingga pada 2018, ia kembali ke lingkup akademi militer dan menjabat sebagai Gubernur Akmil hingga 2020.

Setelahnya ia diangkat sebagai Pangdam Jaya pada 27 Juli 2020.

Meski baru 10 bulan menjabat Pangdam Jaya, tapi Dudung langsung diangkat menjadi Pangkostrad, salah satu jabatan strategis di TNI AD.

Loper Koran

Dikutip dari YouTube KompasTV yang tayang 27 Juni 2020, ia mengisahkan soal perjuangan orang tuanya yang membesarkan kedelapan saudara-saudaranya, termasuk dirinya.

Ayahnya adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), tapi meninggal dunia saat Dudung Abdurachman duduk di bangku SMP.

“Setelah bapak nggak ada ya ibu berjualan kue, kerupuk, terasi,” katanya.

Ia pun juga berkewajiban untuk membantu sang ibu, hingga mencari kebutuhan yang dibutuhkan rumah.

“Saya harus cari kayu bakar dekat rumah dan keliling di asrama jualan,” tuturnya.

Tanpa rasa malu, pihaknya juga menceritakan pernah menjadi loper koran saat duduk di bangku SMA.

“Jadi pagi saya ambil koran, saya baca-baca dulu koran itu terutama Kompas, saya paling seneng tajuk rencana Kompas,” katanya.

Setelah rutinitasnya mengantar koran selesai, Dudung Abdurachman mengedarkan berbagai dagangan buatan ibundanya.

Lantas, kejadian unik pun terjadi di mana dagangan ibunya yang dijajakan pernah ditendang oleh seorang anggota TNI.

Hingga akhirnya oknum Tamtama itu mendapat teguran karena telah berlaku buruk terhadap dirinya.

Namun kejadian tersebut justru menjadi motivasi serta semangat bagi Dudung Abdurachman hingga mengaku mulai bangkit dan semangat.

“Awas nanti saya bilang, saya jadi perwira nanti saya,” ujar Dudung.

Rupanya motivasi tersebut terealisasi bahkan hingga saat ini ia suskes menjadi seorang Perwira TNI AD.

Riwayat Jabatan

– Dandim 0406/Musi Rawas

– Dandim 0418/Palembang

– Aspers Kasdam VII/Wirabuana, dari tahun 2010 hingga 2011

– Danrindam II/Sriwijaya pada tahun 2011

– Dandenma Mabes TNI

– Wagub Akmil pada tahun 2015 hingga tahun 2016

– Staf Khusus Kasad pada tahun 2016 hingga tahun 2017

– Waaster Kasad pada tahun 2017 hingga 2018

– Gubernur Akmil pada tahun 2018 hingga 2020

– Pangdam Jaya, dilantik pada tahun 2020

– Pangkostrad TNI AD

Harta Kekayaan

Penelusuran Tribunnews.com, Dudung Abdurachman terakhir melapor harta kekayaan saat menjabat Pangdam Jaya.

Tanggal laporan tertulis pada 31 Desember 2020.

Artinya belum ada laporan periodik saat Dudung Abdurachman menjabat Pangkostrad.

Sementara Tribunnews.com pernah memberitakan harta kekayaan Dudung saat menjabat Pangdam Jaya.

Dikutip dari elhkpn.kpk.go.id, Dudung Abdurachman telah dua kali melaporkan harta kekayaannya.

Pertama, saat ia menjabat sebagai Gubernur Akademi Militer (Akmil) pada 2020, kemudian saat menjabat sebagai Pangdam Jaya.

Dari LHKPN itu diketahui, harta kekayaan jenderal bintang dua itu tak terlalu naik secara signifikan.

Saat menjabat sebagai Gubernur Akmil, Dudung Abdurachman memiliki harta sebesar Rp 610.000.000.

Kemudian setelah bergeser menjadi Pangdam Jaya, harta Dudung Abdurachman naik sekitar Rp 475 juta menjadi Rp 1.085.464.275.

Dari jumlah itu, Dudung Abdurachman hanya memiliki dua bidang tanah dan bangunan, tiga unit kendaraan, serta kas dan setara kas.

Ia juga memiliki utang sehingga mengurangi jumlah asetnya.

Selengkapnya, berikut daftar harta kekayaan Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang dipromosikan menjadi Pangkostrad:

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp 640.000.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 104 m2/104 m2 di MAGELANG, HASIL SENDIRI Rp 400.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 144 m2/108 m2 di BANDUNG, HASIL SENDIRI Rp 240.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp 737.000.000

1. MOBIL, TOYOTA VELOZ Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp 180.000.000

2. MOTOR, HONDA PCX Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp 32.000.000

3. MOBIL, TOYOTA FORTUNER 2.4 VRZ Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp 525.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp —-

D. SURAT BERHARGA Rp —-

E. KAS DAN SETARA KAS Rp 110.870.275

F. HARTA LAINNYA Rp —-

Sub Total Rp 1.487.870.275

UTANG Rp 402.406.000

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here