Dudung Abdurachman Minta Hindari Fanatik Berlebihan Terhadap Agama, ProDem: Bapak Tak Layak Bicara Seperti itu

707
Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman // Pikiran-Rakyat.com/ Amir Faisol//

Nama Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman saat ini tengah menjadi perbincangan mengingat pernyataannya yang dianggap kontroversi.

Pasalnya baru-baru ini Letjen TNI Dudung Abdurachman sempat mengimbau prajurit untuk menghindari fanatik berlebihan terhadap suatu agama.

Hal itu disampaikan Letjen TNI Dudung Abdurachman saat melakukan kunjungan kerja ke Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujung Berung, Kota Bandung, Senin 13 September 2021.

“Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata tuhan,” tegasnya, dikutip Galamedia dari situs tni.mil.id, Selasa 14 September 2021.

Pernyataan Letjen TNI Dudung Abdurachman itu pun kemudian menjadi trending topik di media sosial Twitter dan disorot banyak pihak.

Salah satu yang menyorot pernyataan dari Letjen TNI Dudung Abdurachman itu adalah Aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Nicho Silalahi.

 

Melalui akun Twitter pribadinya, Nicho Silalahi tampak mengutarakan kekecewannya terhadap apa yang dilontarkan Pangkostrad tersebut yang dianggapnya tidak memikirkan hal lain.

Menurutnya saat pelaku kasus penembakan enam Laskar FPI tidak tersentuh hukum, kali ini seorang Jendral TNI dengan enteng berbicara soal fanatik terhadap agama.

Oleh karena itu, Nico Silalahi yang menganggap Letjen TNI Dudung Abdurachman bukan seorang ahli agama, menegaskan bahwa sang Jendral tersebut menurutnya tidak layak untuk berbicara tentang fanatik agama.

“Masih segar dalam ingatan 6 orang rakyat biasa mereka bantai di KM 50 hingga detik ini tak seorangpun pelakunya dipenjara, Lalu bapak dengan entengnya mengatakan Hindari Fanatik Berlebihan Dengan Agama,” ujarnya.

“Oalah pak, saya tahu bapak itu bukan ahli agama jadi tidak layak bapak berbicara tentang fanatik agama,” tegasnya.

Tak hanya itu, Nicho Silalahi kemudian meminta Letjen TNI Dudung Abdurachman untuk lebih fokus menangani pertahanan negara.

Ia menyarankan Letjen TNI Dudung Abdurachman untuk berbicara soal perang dan pertahanan negara, karena menurutnya sang Jenderal ahli dalam hal itu.

“Mending bapak berbicara saja tentang perang dan pertahanan negara, bukankah bapak ahli dibidang itu,” katanya.

Nicho Silalahi juga menyinggung soal Letjen TNI Dudung Abdurachman yang dulu sempat menurunkan baliho-baliho HRS.

Menurutnya ada baiknya sang Jenderal berbicara mengenai strategi perang saja, seperti yang pernah diakuinya yaitu perang melawan baliho menggunakan panser.

“Atau bapak bicara strategi perang saja, seperti bapak ceritakan bagaimana hebatnya bapak Perang Dengan Baliho yang menggunakan panser itu,” pungkasnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here