Dua Putra Jokowi Dilaporkan Soal Dugaan Korupsi, Gibran Irit Bicara: Tanya Kaesang Saja

400
Gibran Rakabuming

Dua Putra Presiden Joko Widodo yakni   Gibran Rakabuming dan adiknya Kaesang Pangarep dilporkan ke  Komisi  Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan tindakan rasuah yang melibatkan keduanya.

Gibran Rakabuming enggan berkomentar panjang lebar ketika dimintai tanggapannya terkait laporan tersebut. Dia mengatakan, untuk lebih jelasnya sebaiknya hal ini ditanyakan kepada  adiknya Kaesang Pangarep

“Korupsi apa. Pembakaran hutan. Nanti takon Kaesang wae (tanya Kaesang saja),” kata Gibran Senin (10/1/2022),

Meski begitu, Wali Kota Solo itu mengatakan, dirinya dan Kaesang bakal datang jika KPK memanggil keduanya untuk meminta  keterangan atas dugaan  korupsi tersebut.

“Iya, silakan dilaporkan saja. Kalau salah, ya kami siap,” katanya lagi.  

Sejauh ini lanjut Gibran, dirinya dan Kaesang belum menerima pemberitahuan apapun dari KPK terkait laporan tersebut. Dia pun tampak tak telalu bermasalah dengan laporan tersebut.

“Belum ada pemberitahuan. Iya, dicek saja kalau ada yang salah silakan dipanggil. Salahnya apa ya dibuktikan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga aktivis 98, Ubedilah Badrun melayangkan laporan ke  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas  dugaan rasuah yang dilakukan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep. Laporan itu dilayangkan  Ubedilah Badrun pada Senin (10/1/2022).

Ubedilah Badrun usai memberikan laporan ke KPK di gedung Merah Putih, Mega Kuningan, Jakarta Selatan berbicara banyak mengenai dugaan korupsi yang melibatkan dua anak presiden tersebut, dia juga sempat menyinggung relasi bisnis bisnis Kaesang yang diduga kuat terlibat dalam pembakaran hutan.

“Laporan ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) berkaitan dengan dugaan KKN relasi bisnis anak Presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan,” ujar Ubedilah.

Ubedilah mengaku laporan dugaan korupsi ini berawal dari perkara pembakaran hutan yang dilakukan PT SM. Perusahaan tersebut sudah dinyatakan bersalah sejak 2015 lalu dan dituntut oleh Kementerian Lingkungan Hidup dengan nilai Rp 7,9 triliun.  Namun, dalam prosesnya, Mahkamah Agung (MA) hanya mengabulkan tuntutan senilai Rp 78 miliar.

Selanjutnya kata Ubedilah, kedua putra Jokowi ini membuat perusahaan gabungan dengan salah satu anak dari petinggi PT SM. Perusahaan gabungan itu lanjutnya telah didirikan pada 2019 silam.

Usai membuat perusahan gabungan, kata Ubedilah Gibran dan Kesang disebutnya menerima suntikan dana dari PT SM. Suntikan dana bernilai fantastis itu kata dia diberikan dalam dua tahap.

Usai menerima suntikan dana yang kedua Kaesang tiba – tiba memborong saham di sebuah di sebuah perusahaan dengan nilai yang cukup fantastis. Aksi Kaesang memborong saham ini sempat menjadi perbincangan publik belum lama ini.

“Dua kali diberikan kucuran dana. Angkanya kurang lebih Rp 99,3 miliar dalam waktu yang dekat. Dan setelah itu kemudian anak presiden membeli saham di sebuah perusahaan yang angkanya juga cukup fantastis Rp 92 miliar,” ujar Ubedilah.

“Dan itu bagi kami tanda tanya besar, apakah seorang anak muda yang baru mendirikan perusahaan dengan mudah mendapatkan penyertaan modal dengan angka yang cukup fantastis kalau dia bukan anak presiden,” katanya menambahkan.

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here