dr. Tirta Suruh Ade Armando ‘Diam’: Ada Baiknya Tidak Berbicara di Luar Kompetensi Anda

234
Dokter Tirta Hudhi Mandiri. Foto Instagram @dr.tirta

Dokter Tirta Mandira Hudhi atau dr. Tirta menyoroti pernyataan dosen komunikasi Universitas Indonesia Ade Armando.

Sebelumnya, Ade Armando mengunggah perbandingan kondisi Covid-19 di Inggris dan Indonesia.

Dari unggahannya tersebut, terlihat perbandingan angka kematian Covid-19 yang terjadi di Inggris dan Indonesia.

“Penduduk Inggris 68 juta, meninggal karena Covid 128 ribu. Penduduk Ri 270 juta, meninggal karena Covid 73 ribu,” tulis Ade Armando dalam unggahan tersebut.

Sontak saja unggahan Ade Armando menjadi sorotan netizen. Berbagai pendapat pun disampaikan.

dr. Tirta lantas melayangkan kritikan keras kepada Ade Armando dan bahkan menyuruh dosen komunikasi tersebut untuk ‘diam’.

Pasalnya, sebagai seorang akademisi, Ade Armando dilai tidak bijak menyampaikan perbandingan kematian antara Inggris dan Indonesia.

“Menurut hemat saya pak, maaf kalo ofensif, 73.000 yg meninggal itu orang. Bukan barang. Dan itu yg ketahuan karena tracing yang buruk,” kata dr. Tirta sebagaiaman dikutip dari Twitter @tirta_hudhi, Senin, 19 Juli 2021.

“Ada baiknya anda tidak berbicara sesuatu yg di luar kompetensi anda. Anda akademisi. Pengajar. Ga bijak mengeluarkan statement ini,” ucap dr. Tirta.

dr. Tirta juga menerangkan alasan mengapa Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan negara maju, terutama Inggris.

Pertama, adalah jumlah fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang tak seimbang dengan jumlah pasien.

“Situasi di Indonesia berbeda dengan negara lain. Pertama jumlah faskes dan nakes tidak imbang dengan jumlah pasien,” ujar dr. Tirta.

Kemudian yang kedua adalah instruksi setiap daerah dan pusat tidak merata, sehingga banyak pihak yang dibuat bingung dengan kebijakan yang berlangsung.

Terakhir, banyaknya hoaks bertebaran mengenai Covid-19 yang justru memperparah situasi di Indonesia.

“Kedua, penegakan di bawah tidak selaras dengan instruksi dari atas. lalu, Vaksinasi belum mencapai target. Keempat, maraknya hoax beredar,” tutur dr. Tirta.

Dengan perbedaan tersebut membuat Inggris dan Indonesia tidak bisa dibandingkan. Terutama Inggris memiliki tracing yang sangat bagus, sehingga masyarakatnya dapat ‘survive’ dengan positif.

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here