Dokter Lois dijuluki Queen of The Truth, gegara Jokowi

246
https://www.hops.id/dokter-lois-queen-truth/

Bagi sebagian kalangan, dokter Lois Owien telah menyampaikan kebenaran soal Covid-19. Meski pendapat medisnya soal Covid-19 berbeda dengan mayoritas dokter, namun dr Lois dianggap pantas sebagai pahlawan pengungkap kebenaran. Malahan dokter Lois sekarang dijuluki sebagai The Queen of Truth.

Alasan dokter Lois mendapatkan julukan itu bukan cuma ngecap saja lho. Akun Investigasi 101 menunjukkan beberapa dasar mengapa dokter Lois pantas dilabeli The Queen of Thruth.

Dokter Lois Queen of The Truth

Dokter Lois Owien
Dokter Lois Owien. Foto: Facebook Nabil Arrifai Najmi

Narator dalam akun Investigasi 101, BossDarling heran kenapa ya dokter Lois menyampaikan beda pendapat soal Covid-19 malah ditangkap polisi. Beda pandangan saja kok urusannya sampai ke polisi.

BossDarling mengulas, modus narasi virus HIV sebagai penyebab penyakit AIDS itu terus dilanggengkan. Padahal penemu virus HIV, Profesor Luc Montagnier saja nggak setuju HIV itu penyebab AIDS. Kata Prof Montagnier, tak ada bukti ilmiah HIB penyebab AIDS, dia malah mengatakan HIV itu bisa hilang dalam beberapa minggu dengan meningkatkan imunitas tubuh. Obatnya cukup air putih saja, itu dikatakan Prof Montagnier dalam wawancara dengan Pasteur Institute pada 1997 lho.

Herannya lantaran dilanggengkan virus HIV itu penyebab AIDS dan nggak ada obatnya sampai kini, maka orang kena AIDS diwajibkan konsumsi obat seumur hidup. Jadi ada yang aneh bukan, penemunya saja nggak ngakuin HIV penyebab AIDS lho.

Nah BossDarling berpendapat, modus pelanggengan AIDS ini diulang pakai kembali dalam skala lebih besar yaitu Covid-19.

BossDarling sepakat dengan pendapat dan pandangan yang disampaikan dokter Lois. Dia juga salut dokter Lois melawan arus kedokteran global dengan menyatakan, nggak percaya Covid-19 dengan landasannya.

“Dokter Lois berani sampaikan kebenaran melawan arus, meski tahu akan dihujat, dicaci-maki, dikatakan gila oleh pembencinya. Makanya kita juluki dokter Lois sebagai Queen of The Truth, inspirasinya dari julukan The King of Lip Service alias raja omong doang ke Jokowi oleh BEM UI,” kata BossDarling dalam laman Mbakyutube.com

Pandangan dokter Lois

IDI vs dokter Lois
IDI vs dokter Lois. Foto Instagram @eriktapan dan YouTube Babe Aldo

Dalam podcat di kanal Youtube Babe Aldo, dokter Lois mengutaran beberapa pandangannya seputar Covid-19.

Salah satunya soal gejala anosmia, atau gejala hilangnya fungsi indra penciuman dan indra pengecap.

Menurut dokter Lois, itu bukan karena Covid-19 tapi karena kekurangan vitamin D. Kurangnya vitamin ini terus kadang faktor capek membuat gangguan saraf tepi sensorik hidung.

“Mereka lupa itu gangguan saraf tepi sensorik hidung yang kurang vitamin D, yang mana itu ada di hewan. Dengan kondisi ini kan kita jadi kurang makan enak, kurang vitamin, pemakaian masker jadi menurunkan imun kita, kekurangan oksigen, kurang makan enak, jadi kurang sensitif, sebabkan gangguan saraf tepi sensorik indra pengecap dan penciuman,” kata dia.

Dokter Lois mengakui dulu dia sering alami gejala anosmia lantaran sering jaga malam.

Nah obat anosmia apa, kata dokter Lois, cukup konsumsi air kelapa muda dengan garam himalaya dan habatuusauda serta madu. Pakai minyak kelapa juga bisa.

“Jadi itu (anosmia) itu karena kurang nutrisi saja, coba makan seafood itu,” jelasnya.

Dokter Lois mengaku suara dokter yang menolak Covid-19 aslinya banyak lho, bukan dirinya saja. Cuma dalam dunia kedokteran diatur ketat siapa yang kompeten bicara Covid-19.

Dokter asal Tarakan, Kalimantan Utara ini mengungkapkan sistem telah mengatur yang paling kompeten bicara Covid-19 adalah dokter paru. Dokter lainnya dianggap kurang kompeten kalau bicara Covid-19.

Hal inilah yang mengunci suara-suara atau narasi lain soal Covid-19. Seolah dokter selain dokter paru itu tidak kompeten bicara Covid-19.

“Dokter pendukung saya itu ada banyak, dan yang sudah coba langsung. Di dunia kedokteran itu diatur ketat yang bicara Covid-19 itu dokter paru. Jadi pertanyaan pertama (kalau bicara Covid) Anda siapa, mana referensinya, itu kitab sucinya susahnya. Perwakilan dokter, mau menyampaikan, itu Anda bukan dokter paru, Anda nggak kompeten, ini susahnya birokrasi,” kata dokter Lois dalam podcast di Youtube Babe Aldo yang dihapus dari Youtube.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Comments

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here