Ditolak di Jakarta dan Bogor, Ketum PA 212: Banyak Pihak yang Dengki

202
Ketum PA 212 Slamet Maarif 

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengatakan bahwa tahun ini, panitia Reuni 212 mengalami kesulitan mendapatkan izin penggunaan tempat.

Hal itu ia katakan dalam agenda Silaturahmi dan Dialog 100 Ulama, Habaib dan Tokoh Nasional yang digelar secara virtual, Kamis 2 Desember 2021.

“Sebulan lalu agenda Reuni 212 sudah rapi disusun panitia. Tapi sama-sama kita maklum (sulit dapat izin Reuni 212) kelihatannya banyak pihak yang masih dengki dengan 212. Sehingga perjalanannya luar biasa. Satu kenikmatan buat panitia. Berbeda dengan tahun lalu,” kata Slamet.

 

Selanjutnya, Slamet mengatakan panitia berencana menggelar di Monas, Jakarta karena tempat tersebut dianggap bersejarah. Namun tidak diberi izin oleh pengelola.

“Permohonan izin kemudian dibalas oleh pihak Monas bahwa sampai 2022 Monas belum dibuka kegiatan apapun,” kata dia.

 

Selanjutnya, tempat alternatif yang dipilih panitia adalah Patung Kuda Arjuna Wuwaha, Jakarta Pusat. Namun, lagi-lagi tidak diberi izin oleh pihak kepolisian dengan alasan belum mendapat rekomendasi dari Satgas Covid 19 setempat.

“Tapi dari pihak kepolisian dengan argumentasi tak bisa karena harus izin dari Satgas Covid. Ketika kita rapat bersama semua unsur ada. Ketika ditanya Satgas, tak pernah dia keluarkan rekomendasi untuk izin keramaian. Saling lempar. Alhasil tak diberikan izin,” ungkapnya.

Kemudian pindah lagi ke Mesjid Az Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Alasannya karena di sana lah tempat digelarnya rapat penyusunan Aksi 212 pada 2016 lalu. Namun, lagi-lagi panitia Reuni 212 mendapat penolakan, dengan alasan pihak Az Zikra banyak didatangi oleh pihak tertentu karena sempat disebut-sebut akan menjadi tempat Reuni 212 tahun ini.

 

Melihat Az-Zikra tak memungkinkan untuk menggelar reuni, Slamet mengatakan panitia kembali mencari alternatif lain. Ia menyebut ada lima sampai tujuh tempat yang sudah didatangi di kawasan Bogor untuk menggelar Reuni 212.

“Untuk bisa dipakai, tapi semua menolak,” jelasnya.

Meski demikian, Slamet mengklaim bahwa Reuni 212 bertajuk Aksi Super Damai yang digelar di Patung Kuda pagi tadi berlangsung sukses. Bahkan, ia mengklaim peserta yang hadir dalam agenda tersebut mencapai 10 ribu orang.

“Aksi berjalan 5-10 ribu orang. Yang long march dari Tanah Abang. Belum dari berbagai titik. Artinya tetap reuni berjalan sukses, tertib, aman, damai, lancar dan dialog digelar,” kata dia, dilansir dari Detikcom.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Reuni 212 awalnya akan digelar di dua tempat, yakni di Patung Kuda Arjuna Wijaya Jakarta dan Masjid Az-Zikra, Sentul, Bogor.

Pihak Polda Metro Jaya mengatakan Reuni 212 di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, tidak mendapatkan izin dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Izin Reuni 212 diketahui bukan hanya tidak dikeluarkan Pemprov, tapi juga tidak dikeluarkan oleh Masjid Azzikra, lokasi lain pelaksanaan Reuni.

Sumber Berita / Artikel Asli : terkini 

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here