Diserang Hoax Mobil Terperosok, Wagub DKI Jawab Pakai Pantun

703

JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjawab tudingan warganet yang menyebarkan tangkapan layar editan. Tangkapan layar itu berita milik salah satu televisi swasta tersebut bernarasi Mobil Wagub DKI Jakarta Terperosok di Sumur Resapan. Aslinya, mobil yang terperosok itu merupakan milik Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Isyana Bagoes Oka di Perumahan Bona Indah, Jakarta Selatan.

Riza lewat akun Twitter @ArizaPatria pun membalas akun penyebar hoax @ruly_nickyharta yang memajang bendera Indonesia di akunnya. Hanya saja, Riza sekaligus mengingatkan, boleh saja orang mengkritiknya, namun bukan dengan menyebar berita bohong. Hal itu lantaran mobil dinas Wagub DKI sehari-hari berwarna hitam. Adapun dalam tangkapan layar mobil yang terperosok berwarna putih.

“Jalan-jalan ke pasar malam/beli produk UMKM dan beras ketan/mobil dinas kami Innova warna hitam/gambar itu sepertinya editan. #kritikYesHoaksNo,” ujar Riza di Jakarta, Sabtu (11/12).

Sebelumnya, informasi mengenai mobil milik pengurus DPP PSI terperosok di lubang sumur resapan pertama kali diunggah Twitter @arnold5508 pada Rabu (8/12). Anehnya, bagian yang terperosok bukan di depan, melainkan ban mobil belakang. Pemilik akun menyampaikan kualitas pekerjaan dan pengawasan sumur resapan sembrono, dan komentar berikutnya akhirnya menyalahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Isyana Bagoes Oka menjelaskan kronologi insiden yang menimpanya pada Rabu siang itu. “Saya tidak ikut saat kejadian. Mobil sedang digunakan driver saya yang hendak membeli makan siang. Menurutnya, setelah membeli makan siang, dia melintas dengan kecepatan rendah, tiba-tiba roda kanan belakang mobil ‘kejeblos’ proyek lubang peresapan air yang sudah selesai dikerjakan,” kata Isyana di Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Berdasarkan penuturan mantan pembawa berita itu, pada saat kejadian, tidak terdapat garis pembatas di tempat kejadian perkara (TKP). Sehingga pengguna jalan tidak menyadari, sumur resapan di lokasi ternyata bisa ambles.  “Saat itu juga belum ada garis batas di sekitar lokasi. Lalu driver saya meminta tolong beberapa orang sekitar untuk membantu mengangkat mobil,” jelas Isyana.

Dia pun meminta pihak yang menjalankan pekerjaan sumur resapan tersebut dapat bertanggung jawab. Isyana berharap kualitas dan keamanan pengguna jalan dapat lebih diperhatikan. “Ini bisa terjadi pada siapa pun. Sebaiknya faktor kualitas dan keamanan diperhatikan betul dalam pengerjaan seperti ini. Jangan sampai ada korban dari pengendara yang melintas,” ucapnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Republika

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 + 1 =