Disebut Sampah Demokrasi oleh Ngabalin, Ali Syarief: Harus Membalas Seperti Apa Kepada Mahluk Itu?

302
Ali Mochtar Ngabalin

Desakan demi desakan agar Presiden Joko Widodo (Jokowimundur dari jabatannya terus bergema. Desakan ini lantas membuat berang pihak istana.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin langsung melontarkan pernyataan pedas kepada pihak yang meminta Jokowi untuk mundur.

Ngabalin menyebut bahwa pihak tersebut merupakan sampah demokrasi dan memiliki sifat hasad atau iri hati.

Pernyataan ini diutarakan oleh Ngabalin melalui akun Twitter pribadinya @AliNgabalinNew pada Jumat, 9 Juli 2021.

“Sampah-sampah Demokrasi minta JOKOWI MUNDUR, banyak yang sakit hati karena selain tidak ikhlas juga karena lukanya sangat dalam,” tulisnya.

Dia juga sempat mengatakan, sifat dengki adalah perilaku yang merusak amal bahkan memperpendek usia.

“Hasad=dengki adalah perilaku yang merusak amal dan memperpendek usia,” jelasnya.

Ngabalin pun mengakhiri cuitannnya dengan sebuah pantun.

“Hati-hati tangannya licin kalau terjatuh patah tangan. Barang siapa selalu ngibulin serbet Ngabalin akan turun tangan,” tutupnya.

Seperti yang terlihat, Ngabalin mengunggah cuitannnya sembari membagikan video yang berisikan cuplikan dialog antara Luhut Binsar Pandjaitan dengan Najwa Shihab.

Menanggapi pernyataan pedas Ngabalin, Akademisi Cross Culture Institute, Ali Syarief mengaku bingung harus membalasnya apa.

Hal ini ia sampaikan melalui akun Twitter pribadinya @alisyarief pada Sabtu, 10 Juli 2021.

“Saya, Anda dan Kita semua, karena kompak turut menyuarakan “supaya Jokowi mundur“, di framed sbg “sampah demokrasi“, oleh Ali Muchtar Ngabalin. Lalu, kita harus membalas seperti apa kpd makhluk itu?” cuitnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here