Dipolisikan, Suami Korban Oknum Satpol PP: Yang Katakan Tak Hamil, Bukan Kalian yang Rasakan tapi Saya!

286

Insiden pemukulan oleh oknum Satpol PP Gowa terhadap pasangan suami istri (pasutri) pemilik warkop beberapa waktu lalu berbuntut panjang.

Kendati sang pelaku yang bernama Mardani Hamdan telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan, nyatanya sejumlah pihak masih merasa belum puas.

Beberapa di antara mereka masih sibuk mengurusi perihal benar atau tidaknya kehamilan sang korban.

 

Padahal, berdasarkan pantauan terkini.id, sebagian pihak lainnya lagi merasa bahwa inti permasalahan berakar dari aksi anarkis sang oknum Satpol PP, bukan persoalan hamil atau tidaknya korban.

Hal itu kemudian menjadi pro kontra di tengah masyarakat hingga pada akhirnya baru-baru ini sebuah ormas benar-benar mengambil langkah tegas.

 

Ormas Brigade Muslim Indonesia diketahui secara resmi melaporkan alias mempolisikan korban oknum Satpol PP Gowa terkait tudingan hoax soal kehamilan.

Padahal, sebelumnya Riyana dan suaminya, Ivan, telah membuat klarifikasi bahwa kehamilan itu semacam kehamilan ‘gaib’ yang memang tak dapat terdeteksi oleh medis dan sulit dijangkau nalar manusia.

Menurut Nur Halim alias Ivan selama menjalani kehidupan bersama istrinya, ia melihat sendiri kondisi Amriana alias Riyana Kasturi yang mengalami perubahan, terutama di bagian perut.

 

“Karena betul-betul saya rasakan, saya biasa tidur di atas perut istri saya. Saya merasakan tendangan anak saya. Saya merasakan detak jantung anak saya,” jelasnya, dikutip terkini.id dari CNN Indonesia pada Jumat, 23 Juli 2021.

Nur Halim pun membantah tudingan dari pihak yang mengatakan istrinya tidak sedang hamil.

Bahkan, sebelum kejadian itu, kata Nur Halim alias Ivan, istrinya sudah hamil dua bulan setelah pernikahan mereka.

“Jadi, yang katakan tidak hamil, tolong, bukan kalian yang rasakan, tapi saya,” tandasnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here