Din Syamsuddin: Arahan Jokowi ke Menag Atasi Radikalisme Tendensius

628

 Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Din Syamsuddin mengkritisi arahan Presiden Joko Widodo kepada Menteri Agama Fachrul Razi agar mengatasi radikalisme.

“Secara khusus, arahan Presiden kepada Menteri Agama untuk mengatasi radikalisme adalah sangat tendensius,” kata Din dalam keterangannya, Jumat (25/10/2019).

Mantan Ketua Umum Muhammadiyah ini menilai, radikalisme memang harus ditolak bersama-sama. Terutama pada bentuk tindakan nyata ingin memotong akar (radix) dari NKRI yg berdasarkan Pancasila. Ia menilai, dalam hal arahan Jokowi kepada Menag Fachrul Razi, tidak bersikap adil dan bijaksana.

Sebab, radikalisme, yang ingin mengubah akar kehidupan kebangsaan (Pancasila) tidak hanya bermotif keagamaan, tapi juga bersifat politik dan ekonomi.

“Sistem dan praktik politik yang ada nyata bertentangan dengan Sila Keempat Pancasila, begitu pula sistem dan praktik ekonomi nasional dewasa ini jelas menyimpang dari Sila Kelima Pancasila,” tegasnya.

Bagi Din, jika Presiden hanya mengarahkan tuduhan dan tindakan anti radikalisme terhadap kalangan Islam, maka tidak akan berhasil dan hanya akan mengembangkan radikalisme yang bermotif keagamaan.

Dilanjutkan Din, umat Islam yang sejatinya tidak radikal bahkan berwawasan moderat sekalipun akan tergerak membela mereka yang dianggap radikal jika diperlakukan tidak adil.

“Kebijakan dan tindakan anti radikalisme demikian akan gagal dan akan dilawan karena dianggap sebagai bentuk radikalisme itu sendiri dan diyakini sebagai bentuk ketidakadilan atau kezaliman,” pungkasnya.[] akurat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here