Diminta Melapor Jika Akunnya Benar Diretas, Rachland Merasa Dilecehkan sebagai Korban

388
Rachland Nashidik/ Kompas TV

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, Rachland Nashidik merasa dilecehkan sebagai korban usai diminta melapor ke polisi jika akunnya benar diretas.

Adapun hal ini berawal dari pernyataan Rachland Nashidik yang merespons tuntutan netizen untuk menangkap dirinya.

Melalui akun Twitter RachlandNash, ia menyindir agar Presiden Joko Widodo memenuhi harapan para pendukungnya yang sudah berpayah payah menaikkan tagar “Tangkap Rachland Nashidik”.

“Tangkap saya. Tangkap pembuat gambar. Tangkap para aktivis yang sudah lebih dahulu mengunggah,” katanya pada Senin, 9 Agustus 2021.

“Mari bersama kita catat pada kertas sejarah Republik ini bahwa dibawah Anda demokrasi: mati,” lanjutnya.

Aktivis, Ferry Koto lalu menanggapi dengan mempertanyakan mengapa akun Rachland Nashidik bisa diretas.

Ia juga mempertanyakan apakah petinggi Demokrat tak dibekali pengetahuan yang paling minim dalam melindungi akun, yakni two step Verfication.

“BTW: Tindakan Hack itu pidana yang diatur di UU ITE, laporkan dong, jika benar. Agar pelaku ditangkap,” katanya di akhir pernyataanya.

Pada Selasa, 10 Agustus 2021, Rachland lalu membalas pernyataan Ferry Koto tersebut.

“Orang tua membekali Anda dengan kesalehan paling minim untuk tidak suudzon atau melecehkan korban?” katanya.

Ferry Koto pun kembali menyinggung bahwa jika tindakan meretas akun Rachkand memang ada, maka permbuktiannya akan mudah.

“Bawa ke polisi itu masa melecehkan mas?” katanya

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkni

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here