Diduga Overdosis Vaksin Covid-19, Warga Batam Kota Meninggal Dunia

556

Harjito (49), warga Perumahan Bapede, Kecamatan Batam Kota, Batam, Kepulauan Riau meninggal dunia setelah mendapat dua dosis vaksin di tahap pertama.

Korban mendapat vaksin Sinovac saat gelaran vaksinasi massal yang diadakan Apindo Kepri pada 11 Juli 2021.

Sebelum meninggal pada Rabu (28/7/2021), korban sempat mendapat perawatan di rumah sakit selama tiga hari.

Ketua RT 01 Perumahan BPD, Egy Syahrial menjelaskan, almarhum sempat menceritakan kronologi mendapat dua kali vaksin Covid-19 di tahap pertama.

Saat dipanggil korban tidak mengira sudah mendapatkan suntikan vaksin karena merasa lengan tangannya seperti di elus-elus.

Kemudian korban di minta pihak vaksinator menunggu di tempat yang telah di tentukan. Namun korban di panggil kembali dan dilakukan penyuntikan dosis vaksinasi Covid-19.

Tidak lama kemudian, tenaga kesehatan yang menyuntik vaksin memberitahu bahwa korban mendapatkan dua dosis vaksin sekaligus.

“Jadi almarhum ini tersuntik dua kali, dan ada pengakuan dari dokter pengawas di tempat penyelenggara. Kami juga heran kenapa disuntik dua kali apakah tidak berbahaya,” ujar Egy saat ditemui, Sabtu (31/7/2021).

Egy menjelaskan, setelah mendapat dua kali vaksin Covid-19 korban sempat menghubungi dokter konsultasi pasca-vaksin dan menjelaskan keluhan yang dirasa.

Egy juga mendapatkan tangkapan gambar percakapan almarhum dengan dokter.

Dalam tangkapan gambar tersebut, korban menjelaskan bahwa dirinya mendapat dua dosis vaksin di tahap pertama.

Setelah itu, pada 13 Juli 2021, korban mengeluh asam lambung kambuh parah hingga muntah-muntah.

vaksin setelah korban mendapat vaksin dosis pertama sebanyak dua kali dari vaksinator berbeda”>
Surat pernyataan dokter konsultasi pasca-vaksin setelah korban mendapat vaksin dosis pertama sebanyak dua kali dari vaksinator berbeda (Sumber: KOMPAS TV/Riki Ramahdoni)

Tidak hanya itu, korban juga merasakan meriang, badan terasa ngilu dan batuk semakin sering.

“Sudah dihubungi lewat Whatsapp tidak ada respons sehingga almarhum beraktivitas seperti biasa. Kemudian tanggal 25 Juli almahum masuk rumah sakit, tanggal 28 Juli meninggal,” ujar Egy.

 

Lebih lanjut, Egy menjelaskan pihak keluarga telah meminta penjelasan dari penyelenggara vaksin terkait penyebab kematian Harjito apakah berkaitan dengan overdosis vaksin.

“Itu yang diminta keluarga almarhum. Pihak Apindo menjelaskan kematiannya karena Covid-19, karena pemeriksaan almarhum positif, tetapi sebelum di vaksin almarhum tidak terkonfirmasi Covid-19 dan bisa mengikuti vaksin,” ujar Egy.

Sumber Berita / Artikel Asli : KOMPAS TV

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here