Dianggap Investasi Politik dan Islam Konservatif, Anies Lebih Cocok Duet dengan AHY

337
AHY, Anies Baswedan

Peta koalisi Pilpres 2024 diprediksi sudah mulai terlihat pada tahun 2022 ini. Selain gerbong Prabowo-Puan, gerbong lain yang akan cepat mengalami pembentukan koalisi adalah gerbong pengusung Anies Baswedan.

Menurut Direktur Eksekutif IndoStrategic Ahmad Khoirul Umam, kepemimpinan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta memang akan selesai di Oktober 2022. Hal ini bisa jadi momentum kesempatan baginya membuka komunikasi dengan semua elemen partai dan simpul-simpul kekuatan daerah.

“Anies juga berpotensi menjadi titik lebur antarkekuatan politik, terutama yang memiliki pola hubungan kurang produktif dengan PDIP,” kata Umam kepada wartawan, Senin (10/1).

Salah satu yang terlihat mendekati Anies adalah Nasdem. Mengingat, elektabilitas Nasdem tidak memiliki tokoh politik yang marketable dan sejumlah lembaga survei juga memprediksi elektabilitas parpol pimpinan Surya Paloh ini terkoreksi serius.

“Maka Nasdem akan menjadikan Anies sebagai ‘investasi politik’ untuk mempertahankan elektabilitas dan nilai tawar politiknya,” ujar Umam.

Ia melanjutkan, partai lain yang dianggap dekat dengan Anies adalah PKS. Namun baginya, memasangkan Anies dengan politisi PKS akan mempertebal ceruk kelompok Islam konservatif.

Karena itu, masih kata Umam, alternatif pilihan yang memungkinkan adalah memasangkan Anies dengan representasi politik nasionalis dan memiliki mesin politik riil.

“Dalam konteks ini, nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai Demokrat berpotensi besar mengisi peluang itu,” demikian Umam.

Sumber Berita / Artikel Asli : RMOL

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here