Dianggap Gagal Tangani Covid-19, Tokoh NU Minta Jokowi Kerja dengan Benar dan Cepat: Sudahilah

440
Jokowi

Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia semakin parah setiap harinya.

Tentu keadaan ini tidak baik bagi segala sektor, seperti ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, hingga politik.

Per Rabu, 7 Juli 2021, pemerintah melaporkan, dalam 24 jam terakhir, ada penambahan 34.101 kasus baru Covid-19. Penambahan tersebut tersebar di 34 provinsi Indonesia.

Dengan penambahan tersebut, berarti per kemarin, total pasien Covid-19 di Tanah Air sudah mencapai 2.379.397 orang.

Menurut data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, penambahan tertinggi terjadi di DKI Jakarta sebanyak 9.366 kasus. Kemudian ada Jawa Barat dengan 8.591 kasus dan Jawa Tengah dengan 3.823 kasus.

Sementara itu, secara kumulatif, pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 14.835 orang, sehingga jumlahnya menjadi 1.973.388 orang.

Di sisi lain, jumlah kematian akibat Covid-19 bertambah 1.040 kasus. Dengan demikian, pasien Covid-19 yang meninggal dunia telah mencapai 62.908 orang.

Hingga kemarin, pemerintah telah memeriksa 20.982.248 spesimen Covid-19 dari 14.095.904 orang.

Dengan bertambahnya kasus, tentu tabung oksigen juga akan sangat dibutuhkan.

Namun, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan harga penjualan tabung oksigen baru-baru ini melonjak tinggi lantaran ketersediaan oksigen mulai menipis bahkan kosong.

Mereka bahkan menyatakan harga jual tabung oksigen terkhusus di Jakarta meningkat 900 persen.

Menanggapi keadaan yang semakin genting, Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau kerap disapa Gus Umar lantas meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bekerja dengan cepat dan benar.

Lebih lanjut ia mengingatkan presiden bahwa kematian telah mencapai 1.040 kasus sehari dan hal ini tidak boleh dibiarkan.

Aspirasi ini Gus Umar sampaikan melalui akun Twitter pribadinya @Umar_Chelsea_75 pada Kamis, 8 Juli 2021. Tak lupa dia juga menyebut (mention) akun Twitter resmi Jokowi (@jokowi).

“Pak @jokowi mohon sudahilah momen spt ini. Kerjalah dgn cepat dan benar krn pasien yg meninggal sdh mencapai 1.040 perharinya,” tulisnya. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here