Demokrat: Presiden Jokowi Bisa Bangun Indonesia karena Warisan dari SBY

417
Politisi Demokrat Jansen Sitindaon.

Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa membangun Indonesia karena warisan yang ditinggalkan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal itu ia sampaikan merespons pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, yang menilai 10 tahun pemerintahan SBY hanya banyak menggelar rapat tanpa mengambil keputusan.

“Jadi kenapa Pak Jokowi bisa bangun dengan gaya, dengan tanda kutip, pada hari ini? Itu karena warisan SBY yang luar biasa,” kata Jansen dalam sebuah video yang di cuitkan oleh politikus Demokrat Rachland Nashidik di aku Twitternya @rachlannashidik.

 

Selanjutnya, Jansen menyebut SBY menerbitkan Perpres Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Seperti diketahui, program itu merupakan kebijakan utama untuk mempercepat realisasi perluasan pembangunan ekonomi dan pemerataan kemakmuran.

 

Menurut Jansen, Jokowi melanjutkan program tersebut.

“MP3EI kita tau itu dilanjutkan dalam bentuk pembangunan yang dilakukan Pak Jokowi hari ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jansen menyebut SBY pun mewariskan APBN sebesar Rp1.800 triliun kepada pemerintahan Jokowi pada 2014 lalu.

 

Sisa APBN ini empat kali lipat dibandingkan jumlah APBN yang diwariskan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri kepada SBY pada 2004 lalu. Diketahui, APBN 2014 mencapai Rp1.876,9 triliun. Sementara itu, APBN 2004 hanya sebesar Rp427,2 triliun.

Kedepannya Jansen berharap Jokowi bisa mewariskan APBN sebesar empat kali lipat saat mengakhiri masa jabatan presiden.

“Kalau APBN di zaman pak SBY meningkatkan 4,5 kali lipat itu harusnya pemerintahan Pak Jokowi bisa meningkatkan juga itu 4 kali lipat. Beliau kan terima Rp1800 [triliun] dikalikan 4. Yaaa klo bisa Rp8000 [triliun] kalau pak jokowi selesai. Itu baru sebanding,” katanya, dilansir dari CNN Indonesia.

Jansen mengatakan ada banyak program kerja yang terealisasi di zaman SBY, namun Hasto menutup mata.

“Itu belum bicara anggaran per kapita dan PDB. Kalau dikatakan cuma tidur aja, Hasto yang tidur begitu itu dia. Sehingga enggak baca data itu,” ujarnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa Hasto mengkritik pemerintahan SBY yang berjalan 10 tahun. Kritik itu disampaikan Hasto bersamaan dengan pujian PDIP kepada pemerintahan di bawah kendali Jokowi.

Hasto menilai Jokowi telah menuai banyak pujian memasuki tahun ketujuh pemerintahannya. Berbeda dengan 10 tahun pemerintahan sebelumnya yang dinilai banyak melakukan rapat tanpa mengambil keputusan.

“Pak Jokowi punya kelebihan dibanding pemimpin yang lain. Beliau adalah sosok yang turun ke bawah, yang terus memberikan direction, mengadakan ratas (rapat kabinet terbatas) dan kemudian diambil keputusan di rapat kabinet terbatas,” kata Hasto dalam keterangannya, Kamis 21 Oktober 2021.

Sumber Berita / Artikel Asli : terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here