Demokrat Bongkar Tokoh di Balik Wacana Tunda Pemilu 2024: Diduga Ada Ruhut Sitompul hingga Luhut Pandjaitan

261
Politikus PDIP Ruhut Sitompul

Ramai usulan perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga penundaan Pemilu 2024 yang dicetuskan sejumlah pimpinan partai politik.

Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan disebut-sebut sebagai dalang di balik wacana tersebut.

Menanggapi hal ini, Politikus Partai Demokrat Syahrial Nasution mengungkapkan bahwa usulan penundaan Pemilu pada awalnya merupakan ide Ruhut Sitompul.

Kala itu, Ruhut Sitompul yang masih bergabung dengan Partai Demokrat mengusulkan agar masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diperpanjang.

Namun, usulan Ruhut Sitompul itu ditolak mentah-mentah oleh SBY dan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Almarhum Taufiq Kiemas.

Karenanya, Syahrial Nasution mempertanyakan apakah para pimpinan partai politik yang mengusulkan penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan jabatan Jokowi terinspirasi dari ide Ruhut Sitompul.

“Mungkinkah 3 ketum parpol pengusul perpanjangan jabatan presiden terinspirasi ide usang pendukung Pak Jokowi @ruhutsitompul? Ketua MPR abangda Taufiq Kiemas (alm) jauh2 hari sdh memperingatkan bangsa ini. Termasuk soal usul Ruhut,” kata Syahrial Nasution, dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Twitter @syahrial_nst pada Minggu, 6 Maret 2022.

Cuitan Syahrial Nasution itu pun ditanggapi oleh Pengurus Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Abdullah Rasyid.

Abdullah Rasyid menuturkan Ruhut Sitompul hingga Luhut Binsar Pandjaitan anti terhadap konstitusi, yakni Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Dekat2 ternyata nama orang yg anti konstitusi ini, Ada Ruhut, Luhut, mantan Menhut dll,” ujar Abdullah Rasyid melalui akun Twitter @Rasy_Abdullah.

Sebelumnya sejumlah ketua umum partai politik mengusulkan penundaan Pemilu 2024 hingga perpanjangan jabatan Presiden Jokowi.

Mereka adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here