Dari Rekaman CCTV, Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece Selama 1 Jam, Mulai Pukul 00.30 WIB

391
Muhammad Kece dan Irjen Napoleon Bonaparte. Repro

 JAKARTA — Muhammad Kece diduga dianiaya Irjen Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri sekitar 1 jam. Dari rekaman CCTV, kejadian mulai 00.30 WIB hingga 01.30 WIB.

M Kece langsung dianiaya Irjen Napoleon Bonaparte di malam pertama mendekam di penjara Bareskrim Polri.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, Irjen Napoleon masuk ke sel isolasi Kece bersama 3 tahanan lainnya pada 26 Agustus 2021 sekitar pukul 00.30 WIB.

M Kece sendiri mulai menjalani masa penahanan di rutan pada 25 Agustus 2021 sore.

“Tapi secara umum diawali masuknya NB bersama 3 napi lainnya ke dalam kamar korban MK pada sekitar pukul 00.30 WIB,” ujar Brigjen Andi Rian, Senin (20/9/2021).

Setelah berada di kamar M Kece, Irjen Napoleon kemudian menyuruh tahanan lain mengambil plastik putih yang ada di kamarnya.

Plastik putih itu berisi kotoran manusia yang sudah disiapkan Irjen Napoleon.

“Satu orang saksi napi lainnya kemudian disuruh mengambil plastik putih ke kamar NB yang kemudian diketahui berisi tinja,” jelasnya.

Brigjen Andi membeberkan Irjen Napoleon memulai penganiayaan dengan cara melumuri wajah dan badan M Kece menggunakan kotoran manusia itu.

Setelah itu, barulah M Kece dipukul Irjen Napoleon bersama kawan-kawannya yang sengaja datang ke sel tersebut.

“Oleh NB kemudian korban dilumuri dengan tinja pada wajah dan bagian badannya. Setelah itu berlanjut pemukulan/penganiayaan terhadap korban MK oleh NB,” ujarnya.

Andi mengatakan M Kace dianiaya Napoleon selama kurang-lebih 1 jam. Hal tersebut terlihat dari rekaman CCTV di dalam rutan.

“Dari bukti CCTV tercatat pukul 01.30 WIB, NB dan 3 napi lainnya meninggalkan kamar sel korban,” imbuhnya.

Sebelumnya, Irjen Napoleon Bonaparte, membuat surat terbuka soal alasannya menganiaya M Kece.

Polisi mengaku tak masalah dengan keberadaan surat itu.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengaku sudah membaca surat terbuka Irjen Napoleon tersebut.

Dia menegaskan surat tersebut tidak akan mengganggu proses hukum.

“Tidak akan mengganggu proses penyidikan,” kata Andi saat dimintai konfirmasi, Senin (20/9).

Brigjen Andi mengatakan surat terbuka dari Irjen Napoleon itu malah membuat terang motif penganiayaan terhadap M Kece.

Meski demikian, dia menganggap Irjen Napoleon sedang mencari perhatian (caper) dengan dalih membela agama.

Seperti diketahui, M Kece merupakan tersangka penghinaan agama Islam dan Nabi Muhammad SAW yang dilakukannya di You Tube.

Sumber Berita / Artikel Asli : (ral/int/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here