Dapat Gelar Profesor, Dokter Terawan Bangga-banggakan Vaksin Nusantara Ungkap Testimoni Prabowo dan Kapolri

869
Dokter Terawan Agus Putranto saat bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. /Twitter./

Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mendapat gelar Profesor Kehormatan atau Guru Besar Tidak Tetap Ilmu Pertahanan Bidang Kedokteran Militer dari Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan, Rabu, 12 Januari 2022.

Kegiatan sidang senat terbuka di Universitas Pertahanan RI tersebut dihadiri Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Hal tersebut pun diungkapkan Sakti pada akun Twitter @saktitrenggono, Rabu, 12 Januari 2022.

“Bersama Menteri Pertahanan, Bapak Prabowo Subianto menghadiri secara langsung sidang senat terbuka di Universitas Pertahanan RI, Bogor, Rabu (12/1),” cuitnya.

“Sidang senat terbuka dalam rangka Pengukuhan Gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kesehatan Militer Fakultas Manajemen Pertahanan kepada Letnan Jenderal TNI (Purn) Prof. DR. Dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI Letnan Jenderal TNI (Purn). Sakti Wahyu Trenggono,” lanjutnya.

“Selamat atas gelar Profesor Kehormatan yang diperoleh Dr. Terawan dan semoga kesuksesan serta kesehatan selalu menyertai beliau dalam berbakti kepada negara,” katanya.

Dalam pidato pada kesempatan itu, Terawan Agus Putranto kembali membangga-banggakan Vaksin Nusantara.

Ia menyatakan, Vaksin Nusantara dapat meningkatkan ketahanan kesehatan secara nasional maupun global, selain itu Vaksin Nusantara menurutnya adalah bentuk kemandirian bangsa Indonesia dalam inovasi menghadapi pandemi Covid-19.

“Berbagai inovasi dan upaya terus dikembangkan oleh tenaga medis dalam penanganan pandemi Covid-19, salah satunya Vaknus atau Vaksin Nusantara yang kami kembangkan bersama tim peneliti sebagai salah satu upaya mengatasi pandemi yang melanda dunia,” katanya.

Disebutkan, Vaksin Nusantara yang berbasis dendritik ini adalah inovasi vaksin baru yang dikembangkan di dunia dengan efek samping atau kejadian ikutan pasca imunisasi yang ringan.

“Vaksin Nusantara dibuat dari sel yang berasal dari tubuh sendiri atau autolog, sehingga efek sampingnya minimal,” katanya.

“Aplikasi sel dendritik sebagai pemicu imunitas sebagian besar dikembangkan sebagai imunoterapi keganasan seperti kanker pankreas, tumor wilms, glioblastoma, melanoma, dan kanker paru,” jelasnya.

Terawan mengklaim metode sel dendritik di Vaksin Nusantara ini aman dan tidak menimbulkan efek samping yang berat.

“Tidak terdapat kejadian tidak diinginkan serius yang diumumkan dengan penggunaan vaksin sel dendritik ini,” ujarnya.

Vaksin Nusantara juga disebutnya menunjukkan hasil yang baik dalam uji klinis tahap 1 dan 2.

Tubuh dapat mentolerir material vaksin nusantara dengan baik tanpa terjadi reaksi penularan terhadap benda asing.

Terawan juga mengutip testimoni dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang mendukung pengembangan Vaksin Nusantara sebagai vaksin dalam negeri untuk menghadapi pandemi Covid-19.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here