Dampak Gempa, 1.000 Warga Mengungsi ke Kantor Gubernur

202

LAMPUNG – Dampak gempa bermagnitudo 6,9 skala richter (SR), sekitar 1.000 warga mengungsi ke Kantor gubernur Lampung.

Kabar ini disampaikan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB melakukan pemantauan terhadap sejumlah wilayah yang terdampak gempa dengan pusat di Laut Samudera Hindia Selatan.

Plh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo menuturkan, selain mengungsi di kantor Gubernur, sebanyak 50 warga lainnya juga mengungsi di EX Hotel Lima Enam yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan.

“Berdasarkan pantauan Pusdalops BNPB, sejumlah 1.000 warga mengungsi di halaman Kantor Gubernur Provinsi Lampung,” kata Agus.

Disebutkan, saat terjadinya gempa, warga Lampung Selatan merasakan guncangan selama satu hingga lima detik. “Mereka juga panik namun tetap waspada,” ucapnya.

Sedangkan untuk warga yang tidak jauh dari pusat gempa di wilayah Kabupaten Pandeglang, warga merasakan getaran lima hingga 10 detik.

Warga panik dan keluar rumah, sebagian dari mereka mengungsi ke dataran yang tinggi.

Sedangkan warga Sukabumi, Jawa Barat mereka merasakan getaran lebih lama yakni 15 hingga 20 detik. Masyarakat pun panik dan memilih untuk keluar rumah.

Demikian juga dengan warga Kabupaten Cianjur yang juga merasakan getaran sekitar 20 detik.

Durasi pendek dirasakan warga Kabupaten Bandung dan Bandung Barat dengan merasakan gempa dalam waktu lima sampai tujuh detik. “Sedangkan Kota Bogor 15 sampai 25 detik,” pungkasnya.

Diketahui, BMKG telah menyatakan bahwa peringatan dini tsunami yang disebabkan gempa diakhiri pada pukul 21.35 WIB.

Gempa magnitudo 6,9 ini terjadi pada pukul 19.03 WIB yang berlokasi 147 km barat daya Sumur, Banten.

(jpc/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here