Curang KKB bakar sekolah pagi buta, motifnya aneh orang jangan pintar

718

Pembakaran SMAN 01 Oksibil yang terletak di Pegunungan Bintang, Papua diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Pembakaran sekolah dilakukan karena adanya motif KKB tidak suka terhadap pemuda Pegunungan Bintang yang bersekolah.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Satgas Humas Nemangkawi Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (5/12), dengan keterangan informasi motif atas pembakaran sekolah oleh KKB.

“KKB ini tidak setuju lihat pendidikan maju sehingga terjadi pembakaran sebelum subuh di SMAN 1 Oksibil,” kata Kamal disitat dari Antar.

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. Foto: Ist
Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. Foto: Ist

Pembakaran sekolah sendiri juga dinilai ada unsur kesengajaan, dimana sebelum terjadi kejadian di area ketinggian aan jarak tembak ditemukan banyak jejak kaki, jejak bekas tiarap dan puntung rokok.

Kuat diperkirakan, sisa jejak tersebut bekas anggota KKB yang melakukan pemantauan terlebih dahulu. Karena berdasarkan olah TKP ditemukan bahwa lokasi SMAN 1 Oksibil dekat kejadian perkara penembakan personel TNI di Jembatan Yapimakot Serambakon pada 2020 dan 2021.

Kamal juga menjelaskan dugaan pembakaran oleh KKB diperkuat keterangan warga yang melihat orang membawa senjata dan alat perang melintas tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Aksi kebrutalan KKB Papua membakar sekolah. Foto: Twitter Eko Kuntadhi
Aksi kebrutalan KKB Papua membakar sekolah. Foto: Twitter Eko Kuntadhi

Pembakaran disebut terjadi pukul 04.00 WIT, lantas Satgas Nemangkawi bersama Polres Pegunungan Bintang dan Satgas Pamrahwan menerima laporan kebakaran pukul 05.30 WIT.

Pada pukul 06.44 WIT, personel Polres Pegunungan Bintang tiba dan mengamankan Lokasi.

“Polres Pegunungan Bintang masih melakukan penyelidikan lebih Lanjut,” ujar Kamal.

Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito sebelumnya sudah menyampaikan pelaku pembakaran diduga anak buah KKB pimpinan Lamek Taplo.

KKB Papua. Foto: Ist
KKB Papua. Foto: Ist

Dia juga mengatakan ketika pasukan gabungan mendatangi lokasi ditemukan jeriken lima liter berisi bahan bakar jenis Pertalite yang diduga untuk membakar SMAN 1 Oksibil dan bangunan lainnya.

Bangunan yang terbakar yakni dua gedung, terdiri dari tiga kelas, ruang guru, dan kantor. SMAN 1 Oksibil memiliki 11 bangunan yang seluruhnya terbuat dari kayu.

“Kami menduga para pelaku sengaja memancing dan bila aparat keamanan langsung merespons, maka mereka akan menembaki dari ketinggian,” ungkap Cahyo.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

57 + = 61