Oleh: Ahmad Khozinudin (Advokat Muslim) Baru saja penulis mendapat kabar, Syahganda Nainggolan batal bebas karena ada 'intervensi'. Masa tahanan 10 bulan yang habis, yang demi hukum harus keluar tahanan Bareskrim Polri diganjal oleh 'Surat Sakti' dari Mahkamah Agung. Kenapa sakti? Ya, karena dengan surat yang menetapkan penahanan Syahganda Nainggolan, pembebasannya batal....
Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, S.H., M.H. (Dir. HRS Center & Ahli Hukum Pidana) Putusan Pengadilan seyogyanya mencantumkan perintah dalam hal terdakwa ditahan, tetap dalam tahanan atau dibebaskan. Pencantuman demikian penting untuk menghindari keteledoran atau kesewenang-wenangan terhadap diri terdakwa yang belum mendapatkan putusan Pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap. Ketiadaan pencantuman tersebut...
Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, S.H., M.H. (Dir. HRS Center & Ahli Hukum Pidana) Untuk menentukan adanya kesalahan seseorang, maka harus terpenuhinya beberapa unsur, salah satunya adalah adanya hubungan batin antara si pembuat (mens rea) dengan perbuatannya (actus reus) yang berupa kesengajaan (dolus/culpa). Mengenai hubungan batin antara pembuat dengan perbuatannya, keinginan/kehendak...
Keraguan publik mengenai sumbangan dana penanganan Covid-19 sebesar Rp2 triliun yang dijanjikan oleh keluarga almarhum pengusaha Akidi Tio muncul ketika sang anak bungsu, Heriyanty dijemput polisi pada Senin (2/8) kemarin. Bukan tanpa sebab, setelah satu pekan janji pemberian bantuan itu diserahterimakan secara simbolis kepada Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol...
Kemal Arsjad, namanya menjadi terkenal, atau setidaknya lebih dikenal khalayak umum dengan mengumpat Anies Baswedan Oleh: Ady Amar Sikap angkuh menganggap diri berkuasa, sehingga yang keluar dari mulut adalah perkataan atau bahkan narasi apa saja yang diinginkannya. Meski itu umpatan tidak selayaknya. Baca Juga: Gubernur DKI Ucapkan Terima Kasih pada Semua Pihak yang Bantu...
Penyematan gelar atau julukan kepada seorang presiden yang membawa nama besar dan martabat Negara langsung sebagai legitimasi pengakuan rakyat pada pemimpinnya bukanlah hal yang dapat dipandang sederhana bahkan atas nama demokrasi sekalipun. Meskipun pasca reformasi kebebasan berekspresi mengkritik memakai berbagai atribut simbolik bahkan caci maki dialami hampir disetiap periode masing-masing...
Oleh: Azwar Siregar Untuk berita-berita di daerah, khususnya yang bersinggungan dengan "aib" Penguasa, saya lebih percaya Media Sosial dan Portal Lokal. Sebut saja Demo Penolakan Mahasiswa dan Masyarakat atas Kedatangan Presiden Jokowi kemarin. Tidak ada berita terjadinya kericuhan tersebut di Kompas atau Detik. Entah saya kurang teliti jadi tidak sempat melihat. Tapi...
KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko membuat pernyataan jujur dan mengejutkan. Dia bilang, istana tidak lagi memerlukan buzzer alias para penggonggong. Saya lebih suka menyebut mereka dengan penggonggong. Bukankah perilaku orang-orang ini bak anjing yang menggonggong untuk melindungi tuannnya? Pada bagian lain, pensiunan jenderal bintang empat ini mengaku sudah menemui sejumlah penggonggong berpengaruh....
9 Alasan Film Hayya Perlu Ditonton Oleh: Yons Achmad (Kolumnis, tinggal di Depok) Film Hayya perlu ditonton? Bolehlah. Beragam alasan bisa kita ajukan kenapa film itu perlu ditonton. Beragam alasan bisa diutarakan, mulai dari yang ideologis sampai alasan taktis. Tapi bagi saya, setidaknya ada 9 alasan kenapa film itu perlu ditonton. Kesembilan, apresiasi...
Oleh Hazairin Sitepu Tiongkok menghukum mati lebih dari 1,3 juta pejabat koruptor. Itu hanya dalam tempo empat tahun (2013-2017). Itu hanya pejabat rendahan. Termasuk setingkat kepala desa. Data itu dari badan antikorupsi di sana yang disiarkan berbagai media. Tiongkok memang negara yang paling ketat menerapkan hukuman mati bagi koruptor. Dengan cara...