Buya Syafii Nilai TWK Hanya Alat Untuk Singkirkan 58 Pegawai Kredibel: Masalah Kontroversi

431
Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif alias Buya Syafii 

Pemecatan terhadap 58 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi karena tak lolos dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dinilai tak adil.

Banyak pihak menilai TWK hanyalah alat procedural untuk menyingkirkan penyidik KPK yang berintergritas, kredibel, serta ditakuti para koruptor.

Cendekiawan Muslim, Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif alias Buya Syafii menyampaikan, sebenarnya keputusan pemecatan Novel Baswedan cs itu memang tidak beres sejak awal.

Baginya, TWK hanyalah alasan KPK untuk memecat mereka.

“Ini adalah masalah kontroversi. Mereka kan dituduh dulu tidak pernah, tidak lulus dalam tes kebangsaan. Itu menurut saya juga dicari-cari alasan itu,” ujarnya pada wartawan di rumahnya, Nogotirto, Gamping, Sleman Jumat, 1 Oktober 2021.

Buya Syafii mengaku mengenal beberapa pegawai KPK yang telah resmi dipecat pada Kamis, 30 September 2021 lalu itu. Salah satunya adalah penyidik senior, Novel Baswedan.

Tidak berhenti di TWK, katanya, pemecatan puluhan pegawai KPK itu memang kental dengan nuansa dimensi politik tertentu.

“Sebagian saya kenal itu, Novel. Ada beberapa orang yang saya kenal. Ini memang masalah lain. Masalah yang terasa seperti ada dimensi politik yang lebih terasa gitu,” jelasnya.

Meski pemecatan sudah resmi terjadi, eks Ketua Umum PP Muhammadiyah ini berharap agar lembaga antirasuah tetap dipertahankan eksistensinya.

Jangan lantas dirobohkan dengan segala ketidaksempurnaan kondisi yang ada saat ini.

“Tapi betapapun juga KPK harus dipertahankan. Jangan sampai dirobohkan KPK itu dengan segala kelemahannya itu masih ada juga DPR ditangkap, anggota DPRD, ada bupati dan segala macam. Ada lah walaupun memang belum maksimal,” imbaunya.

Sebagaimana diketahui, Kamis, 30 September 2021 kemarin, KPK resmi memecat 58 pegawai yang dinyatakan tak lolos TWK

Pemecatan ke-58 pegawai KPK ini tertuang dalam Surat Keputusan No. 1327 Tahun 2021.

Diketahui, sehari menjelang pemecatan Novel cs, salah satu penyidik KPK Lakso Anindito dinyatakan tidak memenuhi syarat asesmen TWK.

Lakso menjadi orang ke-58 yang diberhentikan KPK. Ia mengikuti asesmen TWK susulan bersama dua rekannya setelah kembali dari studi di luar negeri.

Dari ketiga orang yang mengikuti asesmen tersebut, hanya Lakso yang dinyatakan gagal.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

79 + = 82