Buntut Kerumunan di Pasar Tanah Abang, Politisi Demokrat Singgung Kasus HRS: Sungguh Tak Adil

343
Habib Rizieq

Kerumunan yang terjadi di Pasar Tanah Abang dalam tiga hari terakhir ini masih menjadi perbincangan di kalangan para tokoh politik.

Banyak tokoh politik yang mengecam atas kerumunan yang terjadi di Pasar Tanah Abang itu, dengan membandingkannya dengan kasus kerumunan Habib Rizieq Shihab.

Salah satu yang membandingkan kerumunan di Pasar Tanah Abang dan Petamburan adalah politisi Partai Demokrat yakni Yan Harahap.

Hal itu disampaikan Yan Harahap melalui akun Twitter pribadinya, Selasa 4 Mei 2021.

Menurut Yan Harahap, dirinya sudah sering melihat kerumunan beruntun yang terjadi di akhir-akhir ini.

Seperti diketahui, dua kerumunan besar terjadi pada belakangan ini yang mana salah satunya adalah saat suporter Persija Jakarta merayakan gelar juara dan berkerumun di Bundaran HI.

Selain itu kerumunan juga terjadi di Pasar Tanah Abang yang dalam tiga hari terakhir ini para pengunjung pusat perbelanjaan itu kian melonjak.

Dari dua kejadian kerumunan beruntun tersebut, membuat Yan Harahap membandingkannya dengan kerumunan Petamburan yang melibatkan Habib Rizieq Shihab.

Yan Harahap menilai jika Habib Rizieq Shihab sudah tidak pantas lagi diadili dalam kasus kerumunan, mengingat hal serupa banyak terjadi akhir-akhir ini.

“Melihat kejadian kerumunan beruntun akhir2 ini, menurut saya sudah tak pantas lagi HRS diadili soal kerumunan,” ujarnya, dikutip Galamedia, Selasa 4 Mei 2021.

 

Selain itu, Yan Harahap sangat mengharapkan jika kasus kerumunan yang melibatkan Habib Rizieq Shihab itu segera diakhiri.

Politisi Demokrat itu pun mengatakan jika kasus kerumunan Habib Rizieq Shihab tetap dilanjutkan proses hukumnya, menurutnya itu merupakan hal yang sangat tidak adil.

“Sungguh tak adil jika terus dilanjutkan,” katanya.

Bukan tanpa alasan, Yan Harahap berkata seperti itu, pasalnya kerumunan yang terjadi akhir-akhir ini seperti di Pasar Tanah Abang, aman dari sorotan pemerintah dan penegak hukum.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...