Buntut “Allahmu Lemah” Ferdinand Dipolisikan Brigade Muslim Indonesia, Siap – siap Kau Lae

335
Ferdinand Hutahaean

Pernyataan pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean soal ‘Allahmu lemah’ berbuntut panjang. Setelah ramai desakan kepada aparat kepolisian untuk menangkap Ferdinand bergema di sosial media, mantan politisi partai Demokrat itu  benar-benar di polisikan.

Salah satu pihak yang merasa tersinggung dengan pernyataan ‘Allahmu lemah’ adalah Ormas Brigade Muslim Indonesia (BMI). Mereka menilai ucapan Ferdinand masuk kategori ujaran kebencian yang menyinggung SARA. Ormas ini telah melayangkan laporan ke pihak kepolisian pada Rabu (5/1/2022) pagi. Adapun laporan itu dilayangkan oleh BMI Sulawesi Selatan.

Ketua BMI Sulsel Zulkifli ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dia mendesak pihak kepolisian bergerak cepat memproses perkara yang dilayangkan.

“Tadi pagi saya laporkan. (Laporan polisi) terkait ujaran kebencian mengandung SARA,” kata Zulkifli.

Menurut Zulkifli, pernyataan Ferdinand jelas bikin umat muslim tersinggung, hal ini yang bisa memicu perpecahan di tengah masyarakat. Untuk itu dia meminta pihak kepolisian bersungguh – sungguh mengusut kasus tersebut supaya kedepannya, pernyataan bernada provokatif ini tak terjadi lagi.

“Intinya begini, (dia bilang) ‘kasihan Allahmu lemah kenyataannya harus dibela’. Kalimat itu menurut saya sangat menciderai umat Muslim karena kita tahu Allah maha kuat maha perkasa,” kata Zulkifli.

“Tapi kalau bahasa bahwa dia lemah itu kan dia mementahkan sifat-sifat Allah yang wajib diyakini oleh umat Islam,” katanya menambahkan. 

Sementara itu, Ferdinand sendiri telah meminta maaf atas pernyataan itu setelah cutannya itu ramai disorot.  Dia mengaku pernyataan kontroversial itu dibuatnya saat dia sedang gelisah.

Dalam sebuah video klasifikasinya  yang diunggah di akun twitternya Rabu (5/1/2022) Ferdinand meminta maaf atas pernyataan tersebut. Dia bilang tak bermaksud menyinggung orang, kelompok atau agama tertentu.

 

“Klarifikasi atas cuitan saya yg kemudian viral, semoga semua bisa paham. Bahwa sesungguhnya itu dialog antara pikiran dan hati saya yg sedang down. Bukan untuk menyasar kelompok tertentu, orang tertentu dan agama tertentu. Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Terimakasih,” tulis Ferdinand dalam keterangan video klarifikasi dikutip Populis.id.

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here