Buni Yani Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Video Ahok, Sebut Tim Cyber Prabowo Ikut Terseret: Dia yang Memotong

638
Buni Yani

Wakil Ketua Umum Partai Ummat, Buni Yani ungkap fakta mengejutkan terkait video Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dianggap telah menistakan agama Islam.

Buni Yani mengaku dirinya memiliki akun media sosial Facebook sejak tahun 2008 silam yang ia gunakan untuk berbagai macam hal, di antaranya untuk mengajar, penelitian dan mendapatkan beasiswa.

Buni Yani mengungkapkan, pada tahun 2016 silam, tiba-tiba beredar video Ahok yang mengatakan jangan mau dibohongi pakai Surah Al-Maidah di Facebook.

Namun, menurut keterangan Buni Yani, grafik kata ‘pakai’ dalam video tersebut sangat rendah dan tidak terdengar apabila tidak mengenakan earphone.

“Saya mencoba membuat caption video itu, itu nggak masuk kata ‘pakai’. Jadi ‘dibohongi Surah Al-Maidah’. Itulah yang menurut pelapor ini saya sengaja,” kata Buni Yani, dikutip SeputarTangsel.Com dari kanal YouTube Refly Harun pada Jumat, 7 Januari 2022.

Buni Yani menuturkan, pelapor yang merupakan salah satu tim sukses Ahok ketika Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu menuduhnya sengaja memelintir.

Padahal menurutnya, waktu itu dirinya sama sekali tidak memiliki maksud untuk melakukan hal tersebut karena tak memiliki kepentingan.

Lebih lanjut Buni Yani mengatakan, pada awalnya dirinya disangkakan dengan Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang ITE, tetapi ia justru diperiksa dengan Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang ITE terkait ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Pertanyaannya, kalau memang saya tidak terbukti itu Pasal 27, mestinya saya dilepaskan. Tetapi karena ini saya memang sudah diincar harus kena, jadi dicari Pasal 28 Ayat 2. Yang terbukti Pasal 32 Ayat 1, itu yang mengubah dokumen,” ungkapnya.

Ia menegaskan, dirinya tidak pernah mengubah dokumen sama sekali dan tidak memiliki kemampuan teknis untuk mengedit video.

“Sebetulnya itu sudah menjadi miliknya publik, sudah domainnya domain publik, nggak ada yang saya ubah sebetulnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Mas Buni itu pun mengungkapkan fakta mengejutkan tentang siapa pelaku sebenarnya yang mengedit video Ahok.

Ia mengatakan, yang mengedit video Ahok merupakan Tim Cyber Prabowo Subianto.

“Yang memotong itu, itu saya ingat 2019, itu tim cybernya Pak Prabowo. Itu dia yang memotong sebetulnya, yang memotong menjadi 30 detik itu,” tuturnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here