Budiman Sudjatmiko Peringatkan Arteria Dahlan, Halus tapi Jlebbb…

477
Budiman Sudjatmiko

Arteria Dahlan menuai protes dan kecamatan atas pernyataannya meminta Jaksa Agung memecat Kajati pakai bahasa Sunda saat rapat.

Ketidaksetujuan atas pernyataan Arteria Dahlan itu bukan saja datang dari kalangan luar, melainkan banyak juga datang dari kolega sesama politisi PDIP.

Salah satunya adalah Budiman Sudjatmiko yang menilai pernyataan Arteria Dahlan itu berlebihan.

Menurut Budiman Sudjatmiko, dibanding dipecat, persoalan tersebut patutnya cukup dengan memberi teguran.

Itu disampaikan Budiman Sudjatmiko melalui akun Twitter pribadinya, Rabu (19/1/2022), sebagaimana dikutip PojokSatu.id.

“Dalam acara resmi memang harus pakai bahasa Indonesia. Tapi pelanggarannya tak harus dengan diberi sanksi dengan memecat,” cuitnya.

Justru, sambungnya, pemakaian bahasa daerah itu bisa digunakan pada momen-momen tertentu.

Yang menurutnya, malah akan makin mengeratkan hubungan antar individu dari suku yang sama.

“Dalam percakapan informal, harus sering-sering menggunakan bahasa daerah dengan rekan sesuku. Baik untuk Indonesia!” tandasnya.

Sebelumnya, politisi PDIP asal Jawa Barat TB Hasanuddin malah berkomentar lebih keras.

“Menurut hemat saya berlebihan dan dapat melukai perasaan masyarakat Sunda,” kata Hasanuddin kepada wartawan, Selasa (18/1/2022).

Anggota Komisi I DPR RI ini menegaskan, pemecatan seseorang dari jabatannya, bukan didasari pada bahasa yang digunakannya.

“Pernyataan saudara Arteria ini seolah-olah mengindikasikan bahwa menggunakan bahasa daerah (Sunda) dianggap telah melakukan kejahatan berat dan harus dipecat,” katanya.

“Kenapa harus dipecat? Seperti telah melakukan kejahatan saja,” heran dia.

Karena itu, TB Hasanuddin mengingatkan Arteria Dahlan agar berhati-hati dalam bersikap dan berucap.

“Jangan bertingkah arogan. Ingat, setiap saat rakyat akan mengawasi dan menilai kita,” ingatnya.

Tak ketinggalan, pendapat serupa juga diutarakan Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono.

Ia mengungkap bahwa dirinya asli berasal dari Indramayu yang tidak memakai bahasa Sunda atau Jawa.

“Namun mempunyai bahasa sendiri, sama halnya dengan Cirebon,” ungkap Ono Surono dalam video yang diterima PojokSatu.id, Selasa (18/1/2022) malam.

Akan tetapi, sampai saat ini ia sedang mempelajari bahasa Sunda yang halus.

Menurutnya, permintaan Arteria Dahlan pecat Kajati Jabar pakai bahasa Sunda itu berlebihan.

“Itu hanya bahasa sehari-hari antara atasan dan bawahan, yang semuanya mengerti apa yang diucapkan dalam bahasa Sunda,” jelasnya.

Karena itu, ia meminta Jaksa Agung agar tak usah mendengarkan omongan Arteria Dahlan.

“Kepada Jaksa Agung, tolong permintaan saudara Arteria Dahlan tidak dipenuhi. Tak perlu pak Asep diganti hanya gara gara bahasa Sunda,” ujarnya.

Ia lalu menyinggung sejarah Bung Karno di Jabar yang menciptakan marhaenisme dan menggelorakan semangat kemerdekaan Indonesia dari Jabar.

“Masyarakat Jabar selalu kompak solid. Sekali lagi, Jabar kita bangun, Jabar yang lebih baik lagi,” tandasnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Pojoksatu

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here