Brigjen Tumilaar Tak Kuasa Menahan Air Mata: Jangan Menakuti dan Sakiti Rakyat

610
Brigjen TNI Junior Tumilaar

Brigjen TNI Junior Tumilaar tampak tak kuasa menahan tangisnya seusai hadir secara langsung di acara Mata Najwa pada Kamis, 7 Oktober 2021.

Dalam acara bincang-bincang yang dipandu oleh Najwa Shihab itu, Brigjen Junior Tumilaar membahas soal kasus dugaan perampasan tanah milik rakyat.

Tumilaar menyampaikan keresahannya terkait warga bernama Ari Tahiru yang memiliki kekurangan (buta huruf) yang diduga tahanya dirampas oleh pengusaha pengembang perumahan.

Inspektur Kodam (Irdam) XIII/Merdeka itu juga mengaku kalau tidak ada niat sedikitpun untuk mencari sensasi ketika membela rakyat yang membutuhkan bantuan.

“Tidak ada tujuan saya untuk viral. Hati nurani bersih untuk membantu rakyat. Jangan-jangan di tempat lain begitu?” kata Brigjen Junior Tumilaar seperti dilihat Pikiran-Rakyat.com dari kanal YouTube MataNajwa.

“Maksudnya, Babinsa diganggu dengan panggilan Polri. Mohon maaf ya, ini keempat kali,” sambungnya.

Tumilaar juga secara tegas bahwa dirinya siap menerima risiko apapun karena telah membela rakyat yang membutuhkan bantuan.

“Tentara itu biasa menghadapi sanksi. Bisa bertanggung jawab. Kalau tidak mau bertanggung jawab, tidak mau menerima risiko, bukan tentara itu. Saya seorang brigadir jenderal, memangnya kenapa risiko itu?” tuturnya.

Seusai acara live Mata Najwa usai, Brigjen Junior Tumilaar tampak tak kuasa menahan tangis.

Dengan berurai air mata, Tumilaar mengajak para Babinsa untuk terus membela rakyat dalam bertugas.

“Bagi kawan-kawan saya, seperjuangan kita. Kau laksanakan tugas para Babinsa. Kita murni perhatikan rakyat. Jangan kalian pudar dengan 8 wajib TNI,” katanya.

 

“Jangan kalian menakut-nakuti rakyat. Teruskan kalian untuk mengatasi kesulitan rakyat. Rakyat sudah susah, jangan lagi disakiti. Saya benci dengan orang-orang yang mengganggu Babinsa,” sambungnya.

Sebelumnya, Tumilaar sempat menyita perhatian publik karena menyurati Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, terkait permasalahan lahan milik warga.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 2 = 6