BREAKING NEWS: Ribuan Kapal China Merangsek ke Teritori Indonesia di Laut Natuna Utara dan Tak Terdeteksi Radar, Kenapa Bisa?

1082

Pengakuan mengejutkan diutarakan Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksda S. Irawan.

Dia mengakui bahwa ribuan kapal milik China dan Vietnam yang masuk Laut Natuna Utara di dekat Laut China Selatan, tidak terdeteksi radar.

Kata dia, ribuan kapal tersebut tiba-tiba saja bisa dilihat dengan pandangan mata sudah merangseng masuk wilayah Indonesia.

Kata dia, kapal yang bisa terpantau radar hanya hitungan jari, akan tetapi saat dipantau dari udara, jumlah kapal China dan Vietnam bisa ratusan bahkan ribuan.

“Dipantauan di radar atau pantauan dari Puskodal kami, sampai saat ini masih ada 1, 2, 3, 4, 5, 6 kapal-kapal Vietnam, pantauan radar, termasuk kapal-kapal coast guard China,” kata Irawan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 13 September 2021.

“Begitu dilihat kasat mata dari pengamatan udara, jumlahnya sampai ratusan, mungkin ribuan kapal yang ada di sana,” ujarnya.

Kata dia ada sejumlah permasalahan yang menghambatnya dalam menjaga perbatasan.

Dia mengeluhkan soal sarana dan prasarana. Dia berasalan hanya memiliki 10 kapal dan tak memiliki armada untuk pemantauan udara.

Untuk memantau, biasanya meminjam ke TNI AL ataun menyewa saat butuh pemantauan udara.

Sekretaris Utama Bakamla Laksda S Irawan meminta pemerintah memberikan pesawat bagi Bakamla untuk memantau kondisi Laut Natuna Utara.

 

“Kami kerja sama dengan TNI AU untuk melakukan pemantauan udara di Laut Natuna Utara, dan alhamdulillah mereka mendukung, tapi saat pesawat digunakan kami tidak bisa apa-apa, jadi Bakamla minta pesawat sendiri,” ujar Irawan.

Irawan menyebut bahwa dilihat dari Puskodal, kapal yang muncul bisa dihitung jari. Namun, ketika dipantau dari pengamatan udara ribuan kapal terlihat di wilayah Laut Natuna Utara.

“Kalau kita lihat pantauan dari Puskodal, di daerah overlapping masih ada 6 kapal-kapal Vietnam, termasuk kapal coast guard China. Begitu dilihat secara kasat mata atau langsung dengan pengamatan udara, jumlahnya bahkan sampai ratusan kapal mungkin ribuan kapal yang berada di sana,” katanya.

Kasal bahkan sudah melakukan pemantauan dan melihat langsung kondisi wilayah yang overlapping.

Atas permasalahan yang terjadi, Bakamla meminta pemerintah lebih memperhatikan mereka dan melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

“Dan ini pun diperkuat dengan keterangan waktu RDP kemarin dengan bapak Kasal, waktu RDP landas kontinen. Saat beliau menjabat Pangkogabwilhan I, beliau gunakan kapal TNI AU dan melihat langsung bagaimana daerah overlapping kita dengan Vietnam,” tutur Irawan.

“Mohon ini jadi pertimbangan, karena sampai saat ini bahan bakar pun tidak ada. Kapal kita siap untuk berlayar dan patroli, tapi bahan bakar tidak ada, jadi kita mengandalkan TNI AL yang juga terbatas dengan bahan bakar,” ucapnya.

Irawan juga mengatakan, tak hanya Vietnam dan China yang saat ini mengepung Laut Natuna Utara, kapal dari Amerika Serikat disebut telah mendekat di wilayah tersebut.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here