BREAKING: Cina Dilaporkan Jemput Paksa 10 Ribu Warganya dari Luar Negeri

476
Cina Dilaporkan Jemput Paksa 10 Ribu Warganya dari Luar Negeri

Beijing telah memaksa hampir 10 ribu warga negara Cina di luar negeri untuk kembali sejak 2014 dengan menggunakan cara-cara paksa di luar sistem peradilan. Sebanyak 2.500 orang diantaranya ditangkap selama pandemi COVID-19.

Kelompok hak asasi manusia, Safeguard Defenders, memperkirakan dalam laporannya yang diterbitkan pada Selasa bahwa repatriasi yang berlanjut sekarang berjumlah lebih dari 10 orang. Ini terjadi sejak Beijing meluncurkan operasi Fox Hunt pada 2014, diikuti oleh Sky Net pada 2015.

Menurut kelompok asal Spanyol itu, orang-orang yang ditargetkan ditekan untuk kembali ke Cina di luar kehendak mereka dengan kombinasi metode non-yudisial. Termasuk diantaranay dengan metode penculikan, pelecehan dan intimidasi.

“Dengan diaspora Cina tumbuh pada tingkat yang semakin cepat karena semakin banyak orang berusaha meninggalkan Cina, Beijing semakin termotivasi untuk memperluas kekuatan pasukan keamanannya di luar negeri,” kata laporan itu seperti dilansir France24 pada Rabu 19 Januari 2022.

Laporan LSM tersebut menuduh intimidasi terhadap anggota keluarga tersangka di Cina dan agen Cina dikirim untuk mengancam target di luar negeri. Adapun metode lain adalah dengan membujuk target untuk mendatangi negara yang memiliki perjanjian ekstradisi dengan Cina.

Operasi Fox Hunt diluncurkan pada 2014 untuk melacak warga Cina yang dicari karena kejahatan ekonomi. Sementara Operasi Sky Net yang lebih besar dimulai pada 2015 dan kemudian digabungkan dengan Fox Hunt.

Pada 2015, penjual buku dan warga negara Swedia Gui Minhai diduga diculik dari Thailand sebelum kemudian muncul kembali dalam tahanan Cina. Dua tahun kemudian, miliarder Xiao Jianhua menghilang dari sebuah hotel di Hong Kong dan diyakini masih ditahan di Cina.

Sumber Berita / Artikel Asli: Tempo

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here