BPIP Dapat Tambahan Dana untuk Perkuat Ideologi Pancasila, Hilmi Firdausi: Ya Allah, 150 M?

266

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tahun 2022 dikabarkan akan mendapat tambahan dana sebesar Rp150 miliar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata dalam keterangan pers, Rabu 15 September 2021.

Dengan tambahan Rp150 miliar, anggaran dana BPIP menjadi Rp343,9 miliar dari yang direncanakan hanya Rp193,9 miliar.

Dana dimaksudkan untuk penguatan ideologi, seperti menerapkan standarisasi metode pembelajaran dan mengevaluasi peraturan perundang-undangan yang bertentangan dengan Pancasila.

Tambahan dana Rp150 miliar mengejutkan Ustadz Hilmi Firdausi, pendakwah yang aktif di media sosial. Dia tidak menyangka dana besar diberikan kepada BPIP di tengah kondisi ekonomi rakyat yang sulit.

“Ya Allah 150 M di tengah situasi seperti ini?” ujar Hilmi Firdausi dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Twitter @hilmi 28, Jumat 17 September 2021.

“Padahal dulu kan sudah ada mata pelajaran PMP, Penataran P4, dan seterusnya. Tinggal dikembalikan saja,” ujar Hilmi Firdausi.

Hilmi Firdausi  menambahkan, ideologi Pancasila dapat diperkuat dengan contoh pengamalannya.

“Misal, sila ke-5 sudah dilaksanakan belum oleh aparat hukum dan pejabat negara?” ungkap Hilmi Firdausi.

Tanggapan Hilmi Firdausi yang kerap mengkritisi fenomena sosial dan politik di media sosial mendapat balasan dari netizen. Mereka sepakat bahwa sayang sekali dana Rp150 miliar diberikan kepada BPIP yang dinilai tidak berfungsi.

“Nyaris sempurna UUD, Ujung-Ujungnya Duit bagi yang berkuasa. Jikalau dulu para pejuang memble begini, mungkin Belanda masih bercokol di sini. So.. mereka sebenarnya cari masalah atau biang masalah?” ujar @Franken95946131.

“PMP, P4, PSPB, semua saya pelajari kala itu.. Alhamdulillah jiwa nasionalisme saya tumbuh. Tapi nggak tau dengan zaman sekarang, semuanya berantakan,” ujar @Imeldarati1.

Hampir senada dengan sederet komentar lain, @kangharjo78 memberi saran. Menurutnya, BPIP tidak perlu dan tidak ada gunanya. Akan lebih baik jika pemerintah menghidupkan kembali mata pelajaran PPKN dan gerakan Pramuka, untuk mendidik generasi penerus bangsa. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

45 − = 44