Blak-blakan Bongkar Dalang Pemakzulan Presiden Gus Dur, MS Kaban: Partai Pemenang Pemilu Paling Berkepentingan

243
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Ummat MS Kaban. /Antara/Jafkhairi/

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Ummat MS Kaban secara blak-blakan mengungkap dalang pemakzulan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah partai pemenang pemilu saat itu.

“Jadi saya melihat bahwa pembicaraan kita tentang siapa dalang itu sudah dapat diikuti pada waktu itu, karena dari awal ada partai politik yang merasa menang pemilu dan dia ingin memimpin,” kata MS Kaban di Channel YouTube Refly Harun, Kamis 22 Juli 2021.

Maka, kata MS Kaban dengan adanya satu situasi yang sangat dinamis (Brunei Gate dan Bulog Gate) hingga keluar Dekrit Presiden pembubaran DPR RI.

“Dan Gus Dur mungkin juga waktu itu ada pihak-pihak yang mengipas-ngipas sehingga ada suara untuk bikin dekrit, nah waktu itu saya ingat juga Bang Adnan Buyung Nasution memperingatkan kalau dekrit diberlakukan itu ada persoalan hukum,” ungkap MS Kaban.

Hal itulah, kata Mantan Menteri Kehutanan Era Prsiden SBY ini, yang memicu terjadinya di sekitar fraksi di DPR RI dan kemudian berembug di pertemuan-pertemuan para petinggi parpol di DPR/MPR.

“Jadi kita memberikan respon terhadap dekrit yang dibikin oleh Gus Dur kemudian solid di parlemen, karena parlemennya kuat. Jadi ide untuk bikin Sidang Istimewa itu bisa terwujud,” papar MS Kaban.

Lebih lanjut, kata Mantan Ketua Umum Partai Bulan Bintang ini, bahwa pelengseran atau pemakzulan Presiden Gus Dur ini ada peran dari partai yang berkuasa saat itu.

“Jadi saya melihat bahwa, Sidang Istimewa MPR itu sarana yang sah dan legal untuk menentukan situasi-situasi yang sangat kritis, tapi dengan catatan dekrit itu mendapat dukungan yang kuat,” ungkapnya.

Dukungan yang kuat itu, maksud MS Kaban, bisa dari dari rakyat atau dari tentara dan polisi bersama dengan pemerintah.

“Jadi saya dalam masalah ini, siapa dalangnya karena itu saya tetap melihat bahwa partai yang dominan pada waktu itulah yang sangat berkepentingan terhadap (pemakzulan) Gus Dur itu,” kata MS Kaban.

Hanya saja, kata Ketua Fraksi Bulan Bintang itu, triger dari pemakzulan itu adalah dekrit yang dikeluarkan Presiden Gus Dur itu sendiri, sehingga diambil kesempatan oleh partai berkuasa saat itu.

“Memang waktu itu kita fraksinya kecil, kita ikut didalam, menyatakan memberikan sikap, bagaimana Sidang Istimewa itu dapat diberlakukan dalam konteks untuk penggantian Presiden Gus Dur ke Ibu Megawati,” ungkap MS Kaban.

Seperti diketahui, pada 2001 saat Gus Dur berkuasa, partai yang paling dominan atau pemenang pemilu adalah PDIP.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here