BKN Kecam Seruan Habib Rizieq untuk Doa Kehancuran, Tidak Beradab Dan Lecehkan Hukum

637

 JAKARTA – Barisan Ksatria Nusantara (BKN) kecam seruan Muhammad Rizieq Shihab (MRS) yang meminta pengelola masjid, musala, lembaga pendidikan Islam serta perkumpulan jamaah untuk mendoakan kehancuran pembunuh 6 laskar FPI pada
pada 7 Desember 2021 mendatang.

Ketua BKN Muhammad Rofi`i Mukhlis yang akrab dipanggil Cak Rofi’i mengatakan seruan Rizieq tersebut tidak beradab.

“Seruan MRS untuk doa kehancuran tidak beradab, melecehkan penegakan hukum. Karena proses hukum sedang berjalan, belum ada ketetapan hakim tentang siapa yang salah,” kecam Cak Rofi`i.

Cak Rofi`i mengatakan, peristiwa KM 50 yang menewaskan 6 laskar FPI itu tidak berdiri sendiri karena ada penyebabnya.

Menurut Cak Rofi`i, seandainya MRS menaati hukum dengan memenuhi panggilan kepolisian, maka peristiwa KM 50 tidak akan pernah terjadi.

Bukannya memenuhi panggilan polisi, MRS malah menyiapkan laskar-laskar FPI untuk melindungi dirinya.

“Siapapun yang mendoakan jelek, mendoakan kehancuran bagi orang lain yang belum terbukti bersalah, maka doa yang jelek ini kembali kepadanya dirinya sendiri. Terbukti kini MRS dipenjara atas perbuatannya sendiri,” ucapnya.

“Jadi, sekali lagi, janganlah, apalagi mengaku ulama, mendoakan yang jelek-jelek kepada orang lain yang justru dirinya yang terhinakan,” tambah Cak Rofi`i.

Diketahui, persidangan perkara dugaan pembunuhan di luar proses hukum (unlawful killing) terhadap enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) masih terus berjalan dan belum ada keputusan hakim.

“Mari kita sebagai sesama anak bangsa, kita bangun ukhuwah islamiyah, ukhuwah bayariyah dan ukhuwah wathoniyah,” tandas Cak Rofi`i.

Sumber Berita / Artikel Asli :  (gin/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

96 − = 90