Biadab! kok vaksin berbayar, BUMN kasar di atas derita rakyat Indonesia

236

Langkah pemerintah membuka keran vaksin berbayar langsung mendapat kecaman dari sejumlah pihak, salah satunya adalah para tokoh seperti ekonom Faisal Basri. Menurutnya langkah vaksin berbayar ini adalah tindakan biadab, apalagi yang jualan vaksin berbayar ini adalah perusahaan BUMN.

Faisal Basri pun mengingatkan sebelumnya Presiden Jokowi menegaskan vaksin adalah gratis untuk rakyat. Hal itu disampaikan Jokowi pada akhir tahun lalu saat jelang mulainya vaksinasi nasional di Indonesia pada Januari 2021.

Vaksin berbayar biadab

Ekonom senior Faisal Basri. Foto: Antara.
Ekonom senior Faisal Basri. Foto: Antara.

Faisal Basri menumpahkan kritiknya soal vaksin berbayar di media sosial lho. Dia enggak habis pikir di saat kondisi kritis seperti ini, pemerintah malah punya ide vaksin berbayar.

“Pasokan vaksin masih terbatas. Praktik jualan vaksin adalah tindakan biadab. Pemerintah harus melarangnya, apalagi yang jualan BUMN,” tulis Faisal Basri dalam cuitannya di akun Twitter dikutip Senin 12 Juli 2021.

Dan ternyata Faisal menemukan ada jejak digital memang BUMN itu sudah ada jalan kok akan menggelar bisnis vaksin. Faisal menunjukkan dokumen berita daring pada Januari 2020 ternyata kala itu BUMN sudah memprediksi bisnis vaksin sebagai pintu untuk menyehatkan holding BUMN Farmasi.

“Sejak awal memang BUMN Farmasi memandangnya sebagai peluang bisnis,” tulis Faisal.

Nah selain Faisal Basri tokoh lain yang memprotes serupa langkah vaksin berbayar dari pemerintah adalah Profesor Sulfikar Amir.

Melalui akun @Sociotalker, profesor yang pernah viral corat-coret paper Megawati Soekarnoputri ini pun geram dengan vaksin berbayar.

“Cuma ada satu kata buat perilaku inik: BIADAB! Proyek “vaksin gotong royong” (spt gw predixi) sudah bangkrut krn bnyk perusahaan gak mampu bayar. sekarang mrk putar haluan dgn sangat kasar demi profit…diatas penderitaan jutaan rakyat indonesia!” tulis akun @sociotalker tersebut.

Makanya Profesor Nanyang Technological University (NTU) Singapura ini pun me-mention akun Menteri Kesehatan Budi Sadikin untuk membatalkan aturan Permenkes yang menjadi keran vaksi berbayar.

“Bapak menkes @BudiGSadikin yang baik, tolong segera hapus aturan ini dari perkemenkes. you’re way better than this,” tulis akun profesor tersebut.

Vaksin bayarnya biaya

Ilustrasi Vaksinasi. Foto: MoneyKompas
Ilustrasi Vaksinasi. Foto: MoneyKompas

Pemerintah menyatakan vaksinasi mandiri bisa dilakukan melalui klinik Kimia Farma mulai hari Senin, 12 Juli 2021.

Wakil Menteri BUMN Pahala N. Mansury, Vaksinasi Gotong Royong (VGR) Individu dapat mempercepat pembentukan kekebalan komunal (herd immunity) sehingga pemulihan perekonomian nasional dapat berjalan lebih cepat.

“Kimia Farma sebagai bagian dari Holding BUMN Farmasi berkomitmen untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh pihak untuk mempercepat vaksinasi nasional baik melalui Vaksinasi Gotong Royong Perusahaan maupun Individu,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan VGR Individu di Klinik Kimia Farma Senen, Sabtu 10 Juli 2021 seperti dikutip CNBC.

Masyarakat yang mau vaksinasi mandiri di Kimia Farma dikenakan tarif sebesar Rp321.660 per dosis.

Atau Rp 879.140 untuk dua kali vaksinasi sesuai anjuran pemerintah. Biaya tersebut terdiri dari harga vaksin Rp 643.320 untuk dua dosis dan tarif vaksinasi Rp 235.820 untuk dua kali penyuntikan.

Melansir CNBC, vaksinasi Gotong Royong individu ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 19 Tahun 2021 tentang perubahan atas Permenkes No. 10/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here