Besok 76 Tahun Indonesia Merdeka, Ini Tiga Masalah Utama Bangsa Saat Ini Versi Kominfo dan SBY

235
ndonesia Mungkin Saja Punya Lebih Dari Dua Proklamator

JAKARTA— Besok, 17 Agustus 2021, Indonesia tepat berusia 76 tahun. Ada tiga permasalahan utama bangsa saat ini versi Kominfo dan juga menurut Presiden RI ke-6 SBY.

Disadur dari situs Kominfo.go.id, Senin (16/8), tiga masalah utama bangsa Indonesia saat ini adalah ancaman terhadap wibawa Negara, kelemahan sendi perekonomian bangsa, dan intoleransi dan krisis kepribadian bangsa.

Sementara Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga memberikan pandangannya terkait kondisi bangsa akhir-akhir ini.

Pandangan SBY ini diunggah di akun Facebook dan juga Twitter SBY dan media sosial lainnya.

SBY mengawali tulisan itu dengan kalimat pembuka yang menarik.

“Indonesia tahun 2021 peluang untuk sukses ada, jangan kita sia-siakan,” demikian dikutip dari pesan SBY, Jumat (8/1/2021).

Dia mengatakan, peluang menuju keberhasilan di tahun 2021 ini sangat bergantung pada kemampuan pemerintah mengidentifikasi permasalahan utama.

Bila kemampuan identifikasi itu sukses dilakukan maka peluang sukses di tahun 2021 ini menjadi semakin terbuka.

“Untuk itu, mata rantainya, negara dan pemerintah mesti bisa mengidentifikasi permasalahan utama kita. Setelah itu, fokus dan mengerahkan segala sumber daya yang kita miliki untuk mengatasinya,” katanya.

Tentu saja, kata SBY, kebijakan pemerintah yang tepat serta perencanaan dan pelaksanaan yang efektif sangat diperlukan.

Demikian juga manajemen dan kepemimpinan di semua tingkatan, di seluruh tanah air, juga sangat menentukan suksesnya pekerjaan besar kita.

Menurut dia, ada tiga permasalahan utama bangsa Indonesia saat ini antara lain sebagai berikut:

Pertama, pandemi Korona yang harus segera diatasi.

Kedua, krisis ekonomi yang harus diakhiri dan kemudian ekonomi dipulihkan kembali.

Ketiga, melemahnya kerukunan masyarakat karena faktor identitas, politik dan ideologi yang tak boleh dibiarkan.

“Permasalahan yang ketiga ini justru lebih mendasar sifatnya dan jika kita abaikan dampaknya akan sangat buruk bagi kehidupan bangsa di masa depan.

“Kalau tidak kita atasi dan kelola dengan baik, disharmoni sosial ini akan membuat bangsa kita benar-benar terpecah dan terbelah (divided),” katanya.

Dalam kesempatan itu, SBY mengaku kerap memantau beragam sikap bangsa menghadapi pandemi. Ia tak menampik ada pihak-pihak yang pasrah namun ada pula yang semangat mengubah keadaan.

“Ada yang pesimis, ada pula yang optimis. Ada yang pasrah dan masa bodoh, ada juga yang punya semangat untuk ikut mengubah keadaan ke arah yang lebih baik,” kata dia.

Melihat semua kecenderungan itu, SBY mengaku memilih untuk optimistis serta yakin Indonesia masih memiliki jalan untuk sukses dan terbebas dari pandemi.

“Artinya, peluang bagi meredanya badai corona dan pulihnya ekonomi kita memang ada,” kata SBY.

Sumber Berita / Artikel Asli : (ral/int/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here