Bentangkan Poster ke Jokowi, Peternak Ayam di Blitar Diamankan, Roy Suryo: Ambyar

399

– Seorang peternak ayam diamankan oleh pihak kepolisian di Kota Blitar gara-gara membentangkan sebuah poster ke arah Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika meninggalkan lokasi vaksinasi di PIPP Kota Blitar.

Sejumlah kalangan menyoroti tindakan represif aparat kepolisian tersebut dan menyebutnya sebagai hal yang berlebihan.

Pakar Telematika, Roy Suryo pun membandingkannya dengan heboh penghapusan mural kritik kepada Jokowi beberapa waktu sebelumnya.

“Setelah sebelumnya Heboh MURAL yg Lebay dihapus2 dimana2, siang tadi POSTER-pun dirampas,” tulis Roy Suryo, dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Twitter @KRMTRoySuryo2, Rabu, 8 September 2021.

Menurut mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, pria yang membentangkan poster ke arah Jokowi hanya menyuarakan aspirasinya.

Namun, dia menyesalkan aparat keamanan yang mengamankan pria di Blitar tersebut karena membentangkan sebuah poster.

“Rakyat yg hanya sekedar Menyuarakan Aspirasinya diamankan Aparat,” katanya.

Padahal, dia menilai apa yang ditulis oleh pria yang diamankan oleh pihak kepolisian sungguh realistis di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Padahal apa2 yg ditulis sangat realistis di kondisi ini: ‘Pak Jokowi, Bantu Peternak beli jagung dengan Harga Wajar’ AMBYAR,” ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi meninjau program vaksinasi Covid-19 di area PIPP Kota Blitar, dekat dengan Makam Bung Karno, pada Selasa, 7 September 2021.

 

Setelah meninjau kegiatan tersebut, Jokowi beserta rombongan pergi meninggalkan lokasi PIPP Kota Blitar.

Namun, di saat Jokowi meninggalkan lokasi dan sedang menyapa masyarakat lewat kaca mobil yang terbuka, tiba-tiba seorang pria muncul dan membentangkan poster bertuliskan Pak Jokowi, Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar’.

Tidak berselang lama, setelah pria Jokowi menjauh meninggalkan masyarakat, pihak kepolisian langsung mengamankan pria yang membentangkan poster tersebut.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here