Bela Gus Yaqut dari Bullyan Warganet, Guntur Romli Pasang Badan: yang Komen di Bawah Gak Ngerti Soal Bahasa Arab

162
Mohamad Guntur Romli

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab disapa Gus Yaqut kini kembali menuai perhatian publik. Hal tersebut lantaran video Gus Yaqut didampingi seorang penerjemah saat berbincang dengan pejabat Arab Saudi viral di media sosial.

Video itu pun mendapat tanggapan yang beragam dari para warganet. Bahkan tak sedikit yang membully Gus Yaqut.

Terkait hal tersebut, Tokoh Papua, Christ Wamea juga tampak memberikan sindiran terhadap Gus Yaqut yang dianggapnya tidak bisa berbahasa arab.


Melalui akun Twitter pribadinya, Christ terheran-heran dengan Yaqut yang tak bisa menggunakan bahasa Arab.

Padahal Christ, status Gus Yaqut saat ini adalah seorang Menteri Agama.

“Menag kok begini,” cuitnya mengutip Galamedia, Selasa 23 November 2021.

ak hanya itu, Christ juga menyinggung soal permasalahan kuota haji untuk Indonesia.

Lantas Christ juga mempertanyakan apakah Indonesia bisa melobi untuk mendapatkan kuota haji, meski sang menteri tidak bisa berbahasa arab.

 

“Bagaimana bisa lobi kuota haji kalau tidak bisa berbahasa arab,” terangnya.

Sindiran Christ terhadap Gus Yaqut rupanya mendapat komentar dari politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli.

Guntur Romli tampak memberikan pembelaan terhadap Yaqut dengan menyentil balik Christ.

Dia menjelaskan alasan kenapa Gus Yaqut didampingi penerjemah ketika berbincang dengan pejabat Arab Saudi.

Menurut Guntur Romli, bahasa arab yang digunakan pejabat Arab Saudi dan Yaqut itu berbeda, sehingga sang Menag memilih membawa penerjemah.

“Gus Yaqut itu bisa bahasa Arab Fushha (resmi) nah pejabat Saudi sering pakai bahasa Arab amiyah (pasaran) ini yang harus didampingi oleh penerjemah,” ujarnya.

Mengenai perbedaan bahasa arab resmi yang digunakan Gus Yaqut dengan bahasa arab pasaran yang dipakai pejabat Arab Saudi itu pun tak membuat Guntur Romli heran.

Bahkan, dia justru menyampaikan bahwa saat ini bahasa arab dari kitab-kitab klasik itu sangat berbeda dengan bahasa arab yang digunakan untuk percakapan.

“Bahasa Arab kitab-kitab klasik itu beda dengan bahasa Arab percakapan saat ini,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Guntur meminta Christ untuk tidak menyikapi hal-hal yang bukan kapasitasnya, apalagi sampai menyindir Menteri Agama tidak bisa berbahasa arab.

Dia menilai Christ tidak mempunyai hak untuk berkomentar seperti itu, lantaran ia tidak mengerti apa-apa soal bahasa arab.

“Ini yang komen di bawah gak ngerti apa-apa soal bahasa Arab,” tandasnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : terkini 

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here