Beberkan Kronologis Penangkapan dr Richard Lee, Pengacara Sesalkan Kliennya Diperlakukan bak Teroris

210
dr. Richard Lee

PENANGKAPAN dr Richard Lee membuat sang pengacara Razman Arif Nasution meradang. Pasalnya, dia menilai kliennya diperlakukan dengan tidak sopan.

Arif yang terbang dari Semarang menuju Palembang mendapati dr Richard Lee ditangkap tanpa pendampingan.

Dia menyatakan penangkapan dr Richard memang atas laporan Kartika Putri.

“Kedatangan kami dalam rangka respon cepat terhadap apa yang telah terjadi terhadap klien kami, dr Richard Lee. Bahwa kasus dr Richard itu memang sedang bergulir di Polda Metro Jaya terkait dengan laporan dari saudari Kartika Putri,” ungkapnya di video yang diunggahnya di akun Instagramnya.

Razman juga menyatakan Kartika Putri pun dilaporkan kliennya bersama David Lee di Polda Sumatera Selatan. Keduanya laporan tentang dugaan pelanggaran UU ITE.

Dia membeberkan penangkapan kliennya terjadi pada Rabu (11/8/2021) pagi.

“Klien saya tadi pagi (kemarin pagi) sekitar jam 07.00 WIB, saya sedang berada di Semarang bersiap-siap akan berangkat ke Jakarta, tiba-tiba saya ditelepon nomor enggak dikenal, ternyata dr Richard Lee dengan bahasa yang ketakutan, ‘bang saya didatangi polisi Polda Metro’,” bebernya.

Saat itu, Razman mempertanyakan atas kasus apa dirinya ditangkap. Kemudian, dr Richard Lee menyebut polisis mau meminta keterangan dan mau memeriksa hanpdhone miliknya terkait pelanggaran UU ITE.

Kemudian, Razman berkomunikasi dengan petugas yang datang ke kediaman dr Richard, bernama Charles.

“Saya tanya pada saudara Charles ‘dalam rangka apa kalian datang? (Lalu dijawab), ‘Bang, kami datang sesuai dengan perintah tugas untuk memeriksa handphone saudara Richard Lee terkait dengan Instagram’,” sebutnya.

Razman selanjutnya mempertanyakan apakah kliennya akan dibawa, dan dijawab tidak oleh petugas.

“Yang dipegang itu omongan polisi penegak hukum, karena klien saya ini bukan teroris, bukan pelaku kejahatan luar biasa, bukan paham kiri atau kanan. Dia warga negara yang berusaha dan masalah terkait Undang Undang Elektronik. Dan (petugas) bicara dengan saya tidak membawa handphone atau ornagnya kok tiba-tiba ada perubahan, dr Richard Lee dibawa,” kesalnya.

Padahal, kata Razman dirinya sudah mengatakan ke penyidik, akan tiba di Palembang pukul 16.00 WIB untuk mendampingi dr Richard. Namun, hal itu tidak diindahkan petugas.

“Saya bilang sama penyidiknya tunggu saya 4 jam saya sampai. Kenapa saya tidak ditunggu, saya kuasa hukumnya. Kalau dia punya pemahaman hukum yang kuat bicara dengan saya. Anda penegak hukum saya penegak hukum, saya pembela Polri. Kita ingin Polri menegakkan hukum dengan benar,” tukasnya.

Diapun menyebut penyidik yang datang membawa dr Richard Lee tidak sepaham dengan Kapolri, yang mengatakan Polri hari ini presisi, profesional, dan humanis.

“Saya pegang kasus-kasus besar di negara ini. Apa salahnya menunggu saya? Kenapa tidak dijelaskan ke saya, saya tanya baik-baik tidak dibawa, sekrang kok dibawa,” sebutnya.

Razman menyebut selama ini kliennya belum tersangka. Dia heran mengapa penetapan tersangkanya mendadak dalam surat kuning.

“Kemudian tiba-tiba dikasih surat ini disebut surat tersangka, di sini tanda tangan Dirreskrimsus. Saya belum pernah terima surat kuning begini, putihnya mana,” tanyanya.

Kata Razman seharusnya kliennya diperlakukan dengan baik, karena kasusnya remeh kecil bukan kejahatan besar.

“Kalau dianggap melakukan kejahatan atau melanggar apa yang sudah disita kepolisian panggillah dia baik-baik. Kenapa dipaksa ditangkap, memang kemana dia,” lanjutnya.

Razman menyesalkan cara penangkapan dr Richard Lee yang direkam sang istri Reni Effendi dan tersebar di media sosial. Saat kliennya berteriak ingin ke toilet sama sekali tidak diberikan.

“Saya lihat videonya dia kencing tidak dikasih. Ada apa kok persoalan kecil seperti ini terus langsung ada penangkapan. Tapi kalau dia menghina simbol negara, teroris, silahkan. Itupun ada kewajiban untuk memberikan hak-hak dia,” jelasnya.

Razman juga belum mengetahui dimana keberadaan kliennya saat ini. Karena polisi tidak mau memberitahu.

Sumber Berita / Artikel Asli : (nin/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here