Baru Selesai Dikerjakan, Jalan Provinsi Rp33 M di Soppeng Sudah Retak dan Berlubang

408

Pekerjaan jalan provinsi  di Ukkee Kecamatan Donri-donri Kabupaten Soppeng menuai sorotan. Pasalnya, pekerjaan yang baru selesai tersebut mulai rusak.

Diketahui jalan tersebut menggunakan anggaran APBD tingkat 1, senilai 33 miliar yang dikerjakan oleh PT Utari Prima Sejahtera.

Seorang warganet menyoroti pekerjaan pengaspalan tersebut dari postingan Afdal Adama di grup Facebook Berita Kejadian Soppeng. Dia mengatakan bahwa pengaspalan yang baru saja selesai tersebut sudah mulai rusak dan berlubang.

“Tidak patut rasanya menyalahkan sifat tanah yang labil atau apapun istilahnya. sebab di situlah dibutuhkan kinerja ‘ahli’ yang sesuai dengan pekerjaannya. Saya posting begini tidak ada maksud apapun kedua untuk keselamatan bersama dan untuk kemajuan Kabupaten Soppeng juga,” tulis Afdhal.

Tak hanya itu, seorang aktivis Soppeng Agus Iskandar juga menyoroti pengasapalan tersebut menurutnya kerusakan tersebut memiliki berbagi macam faktor kerusakan seperti kerusakan dini lapisan perkerasan jalan.

 

“Kerusakan dini lapisan perkerasan jalan umumnya dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang saling terkait.

Kerusakan dini yang biasa terjadi seperti Retak Halus, Retak Slip atau Slippage Cracks, dan berlubang,” terangnya.

Lanjut bahwa kerusakan tersebut bisa di sebabkan dengan material yang kurang bagus atau suhu aspal yang tidak sesaui suhu yang telah ditentukan.

“Biasanya disebabkan bahan perkerasan atau material yang kurang bagus. Atau biasa juga disebabkan oleh suhu aspal saat penghamparan sudah di bawah suhu minimal yakni 130°C-150°C.

“hal itulah maka terjadi cacat permukaan dan terlepasnya  butiran-butiran agregat karena tidak adanya ikatan antar agregat,” terangnya.

Dia juga menjelasakan bahwa terkait dengan jalan poros Soppeng – Sidrap yang ada di sekitar UkkeE sampai Lawo, merupakan kerusakannya Retak Halus.

“Itu dinamakan retak halus,Penyebabnya ya itu bisa karena material yang kurang bagus, misalnya aggregat kasarnya mengandung lumpur diatas 1 persen, hal itu dapat mempengaruhi daya ikat aspal terghadap agregat,” ungkapnya.

“Retak Halus juga biasanya disebabkan  karena suhu aspal di bawah suhu minimum pada saat akan dihampar yg seharusnya 130°C-150°C, sehingga daya rekat aspal sudah tidak bagus, yg tentunya membuat permukaan aspal akan terpisah atau retak,” jelasnya.

Dia menilai bawa PPK dan PPTK tidak tegas dalam  pengawas  kegiatan pengaspalan jalan provinsi Soppeng-Sidrap.

“Tentunya ini tidak lepas dari tanggung jawab pengawas dan pihak direksi dalam hal ini PPK dan PPTK yang kurang tegas di lapangan, Seharusnya kerusakan seprti itu tidak semestibya terjadi, andai saja semua pihak terkait menjalankan tugas dan fungsinya sesuai yang sebenarnya”

Tak hanya itu konsultan pengawas juga harus mengawasi atau mengontrol proses pabrikasi aspal hotmix di AMP.

“Konsultan pengawas, harus mengawasi dan mengontrol proses pabrikasi Aspal Hotmix di AMP,termasuk suhu pada saat dituang ke Truck hingga suhu pada saat dituang ke Mesin Penghampar (Aspal Finisher).

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here