Banyak masalah bangsa, kok Megawati terlalu diam dan cuek ya, tanya kenapa

235
Puan Maharani dan Megawati Soekarnoputri. Foto: Ist.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri merupakan salah satu tokoh nasional. Namun putri proklamator itu dikritik, Megawati terlalu diam dalam isu-isu nasional dan pemerintahan Jokowi. Salah satunya Megawati kok terlalu diam saja dengan aksi kongkalikong dalam pemerintahan Jokowi sih gitu.

Yang mengkritik adalah pengamat politik Ray Rangkuti. Kritikan itu disampaikan dalam acara bertajuk PDIP dan 25 tahun tragedi Kudatuli. Pun demikian Megawati dikritik juga mendiamkan saja kelakuan kader PDI Perjuangan di daerah yang menjalankan praktik nepotisme.

Megawati terlalu diam dan cuek

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri Foto: Antara

Ray Rangkuti menyampaikan beberapa kritik pada Megawati. Putri Bung Karno itu kini berubah menjadi lebih permisif, beda dengan sosok Megawati saat masa jelang dan awal reformasi. Megawati kini cuek dengan praktik nepotisme di era Jokowi

“Saya kira ibu Mega terlalu diam melihat berbagai peristiwa pengarusbalikan pencapaian reformasi selama ini yang kita alami. (Cuek) sebut saja nepotisme politik yang makin merajalela kan kira-kira begitu,” ujar Ray dikutip dari Suara.com, Kamis 29 Juli 2021.

Kecuekan Megawati itu juga dikeluhkan Ray pada praktik kongkalikong PDI Perjuangan. di tingkatan daerah atau kabupaten. Istri dari almarhum Taufik Kiemas itu juga permisif melihat praktik partainya tersebut.

Megawati juga cuek dengan masalah kebebasan berpendapat yang belakangan ini dipersoal berbagai pihak.

Ngelus dada deh

Lambang KPK. Foto: Antaranews
Lambang KPK. Foto: Antaranews

Ray juga mengkritik Megawati kok diam dengan masalah pemberantasan korupsi. Revisi UU KPK jelas mengecewakan publik, buktinya gelombang demanstrasi menolak revisi UU itu pun muncul bergelombang. Belum lagi kelakuan komisioner yang mengecewakan dalam komitmen pemberantasan korupsi. Megawati juga diam.

Dalam isu korupsi, Megawati juga diam dengan muncul diskon atau korting masa hukuman para koruptor.

“Dua tahun terakhir di era Pak Jokowi ini kita harus mengurut dada lah,” ujar Ray mengeluh

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here